Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, secara resmi meluncurkan dua agenda besar Ramadhan 2026, yakni Pekan Raya Ramadhan (PRR) 2026 dan Pekan QRIS Ramadhan. Peluncuran ini berlangsung dalam konferensi pers di Pasar Aceh Lama, Banda Aceh, pada Kamis (26/2/2026) sore. Kegiatan ini ditargetkan menjadi pendorong utama kebangkitan ekonomi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta meningkatkan transaksi dan perputaran ekonomi selama bulan suci Ramadhan.
Dalam sambutannya, Illiza menyampaikan apresiasi kepada perwakilan Bank Indonesia Aceh, Bank Aceh Syariah, BSI, PT Pegadaian Syariah, DPRK Banda Aceh, serta para pelaku UMKM dan insan pers yang hadir. Ia menegaskan bahwa kedua kegiatan ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kota Banda Aceh untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya UMKM, pascakrisis yang sempat melanda.
“Pemerintah tidak ingin sekadar menggelar acara seremonial. Kami ingin menghadirkan kegiatan yang benar-benar memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” ujar Illiza.
Pekan Raya Ramadhan 2026: Fokus Kuliner dan Produk Kreatif
Pekan Raya Ramadhan 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 27 Februari hingga 13 Maret 2026 di Pasar Aceh. Acara ini akan menghadirkan puluhan pelaku UMKM lokal yang bergerak di sektor kuliner Ramadhan dan produk kreatif. Selain itu, berbagai aktivitas interaktif juga disiapkan untuk mendorong transaksi langsung.
Rangkaian acara PRR 2026 meliputi Pekan Raseuki yang menyajikan aneka menu berbuka puasa, Pekan Khanduri berupa kegiatan berbagi takjil gratis dengan tradisi khas Aceh, temok, serta Pekan Silaturahmi yang diisi pertunjukan seni dan berbagai kegiatan interaktif selama Ramadhan.
“Melalui event ini, kita harapkan tercipta lapangan kerja temporer, meningkatkan pendapatan UMKM, serta memberi efek berganda bagi sektor transportasi, logistik, hingga bahan baku,” jelas Illiza.
Pekan QRIS Ramadhan: Dorong Transaksi Digital dan Literasi Keuangan
Selain PRR, Pemerintah Kota Banda Aceh juga menggelar Pekan QRIS Ramadhan di Pasar Aceh Baru. Kegiatan ini telah dimulai sejak 20 Februari dan akan berakhir pada 15 Maret 2026. Pekan QRIS Ramadhan dimeriahkan dengan bazar Ramadhan, night market, bazar kue lebaran, kegiatan sosial berbagi dengan anak yatim, serta berbagai lomba islami untuk anak dan remaja, seperti lomba azan, pidato, dan hafalan juz amma. Tersedia pula workshop literasi keuangan untuk masyarakat.
Untuk mendorong transaksi digital, program kupon berhadiah disiapkan bagi masyarakat yang melakukan transaksi menggunakan QRIS dengan nominal kelipatan Rp50 ribu.
Illiza menyebutkan, pada tahun sebelumnya, kegiatan serupa berhasil mencatat perputaran ekonomi hingga Rp1,4 miliar. Untuk tahun ini, perputaran ekonomi diperkirakan dapat mencapai Rp2 miliar per hari selama pelaksanaan acara.
“Kami yakin kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci percepatan pemulihan ekonomi. Karena itu, kegiatan ini dibangun melalui skema kolaborasi terbuka,” katanya.
Wali Kota Illiza turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh mitra yang terlibat, di antaranya Bank Indonesia Aceh, PT Pegadaian Syariah, PT PEMA, Bank Aceh, BSI, Perumda Tirta Daroy, dan PEMA Global Energy, serta berbagai pihak pendukung lainnya.
Illiza berharap rangkaian kegiatan Ramadhan ini mampu membuat Pasar Aceh semakin ramai, memperkuat UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Banda Aceh yang inklusif dan berkelanjutan.
“Momentum Ramadhan ini sangat strategis, apalagi pascabencana dan gangguan aktivitas ekonomi. Kita harus saling mendukung agar pelaku usaha bisa bangkit dan tumbuh kembali,” pungkas Illiza.




