PSBS Biak masih berjuang keras di papan bawah klasemen sementara BRI Super League 2025/2026. Tim berjuluk Badai Pasifik yang kini dilatih Marian Mihail tersebut menempati peringkat ke-15 dengan koleksi 18 poin dari 22 pertandingan yang telah dilakoni.
Di tengah performa tim yang belum konsisten, striker asal Kolombia, Ruyery Blanco, muncul sebagai sosok yang menonjol. Penyerang berusia 27 tahun ini menjadi pencetak gol terbanyak sementara bagi PSBS, dengan torehan delapan gol dan dua assist dari 18 penampilannya.
Blanco tidak hanya berambisi membantu klubnya bertahan di kasta tertinggi liga, tetapi juga memiliki target pribadi yang ambisius: meraih gelar pencetak gol terbanyak BRI Super League 2025/2026.
“Tujuan saya adalah bersaing untuk meraih trofi pencetak gol terbanyak, karena jaraknya kini sudah semakin dekat. Dan saya berharap tim Biak bisa tetap berada di kasta tertinggi,” ungkapnya kepada Bola.com, Rabu (25/2/2026).
Saat ini, Ruyery Blanco menempati posisi ke-11 dalam daftar pencetak gol sementara. Ia memiliki jumlah gol yang sama dengan gelandang serang Malut United, Tyronne del Pino, serta winger Persebaya Surabaya, Bruno Moreira. Peluang untuk mengejar para pesaingnya masih terbuka lebar, mengingat jarak gol yang tidak terlalu jauh.
Peringkat teratas daftar pencetak gol sementara diisi oleh pemain sayap Persija Jakarta, Maxwell, dengan 13 gol. Di belakangnya, ada David da Silva (Malut United), Alex Martins (Dewa United), dan Dalberto (Arema FC), yang masing-masing telah mencetak 11 gol.
Lebih jauh, Ruyery Blanco memandang musim ini sebagai bagian penting dari perkembangan kariernya. Ia berharap dapat terus berkembang, baik sebagai atlet maupun sebagai individu.
“Saya ingin terus tumbuh sebagai pesepak bola, sebagai pribadi, dan semoga bisa membuka lebih banyak kesempatan di sini di Indonesia serta terus berkembang di benua Asia,” tuturnya.




