Real Madrid memastikan satu tempat di babak 16 besar Liga Champions setelah menaklukkan Benfica dengan skor 2-1 pada leg kedua di Santiago Bernabéu, Kamis (26/2/2026). Kemenangan ini menyempurnakan agregat 3-1 bagi Los Blancos, setelah sebelumnya unggul 1-0 di Lisbon.

Drama di Babak Pertama: Gol Cepat dan Respons Instan

Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Benfica, yang datang tanpa beban, berani melancarkan tekanan sejak peluit awal dibunyikan. Kejutan pun terjadi pada menit ke-14 ketika Rafa Silva berhasil memanfaatkan celah di lini belakang Madrid. Dengan pergerakan lincah dan penyelesaian yang tenang, Silva sukses membungkam publik tuan rumah, sekaligus menghidupkan asa Benfica untuk membalikkan keadaan.

Namun, keunggulan tim tamu hanya bertahan dua menit. Real Madrid langsung merespons dengan karakter khas tim besar. Pada menit ke-16, dari skema bola mati, gelandang Prancis Aurelien Tchouameni muncul sebagai penyelamat. Ia menyambar bola dengan sepakan keras yang tak mampu diantisipasi kiper Benfica. Gol cepat dari Tchouameni tidak hanya menyamakan skor menjadi 1-1, tetapi juga memulihkan kepercayaan diri seluruh isi stadion.

Dua gol dalam rentang waktu singkat membuat pertandingan berubah menjadi duel terbuka. Intensitas meningkat, duel lini tengah berlangsung keras, dan kedua tim sama-sama menciptakan peluang. Hingga turun minum, skor tetap imbang 1-1, namun secara mental, Madrid terlihat kembali memegang kendali permainan.

Vinicius Jr Kunci Kemenangan dan Tiket 16 Besar

Memasuki babak kedua, tekanan dari tuan rumah semakin terasa. Sirkulasi bola lebih cepat, dan pergerakan tanpa bola lebih agresif. Benfica perlahan dipaksa untuk bertahan lebih dalam. Waktu terus berjalan dan ketegangan semakin menebal di Bernabéu.

Momen penentuan akhirnya datang pada menit ke-80. Gelandang Federico Valverde mengirimkan umpan terukur yang berhasil membelah pertahanan Benfica. Vinicius Junior menyambutnya dengan akselerasi eksplosif, melewati kawalan bek lawan, lalu melepaskan tembakan tajam ke sudut gawang. Gol dari Vinicius Junior membuat Bernabéu meledak dalam sorak sorai. Madrid berbalik unggul 2-1 dan praktis mengunci agregat.

Sisa pertandingan dijalani dengan kedewasaan oleh Real Madrid. Mereka mengontrol tempo, menutup ruang, dan memastikan Benfica tak memiliki peluang emas untuk bangkit. Pada menit ke-84, pelatih bahkan memberikan kesempatan kepada dua pemain akademi, Cesar Palacios dan Thiago Pitarch, untuk mencicipi panggung besar Eropa, sebuah sinyal kuat bahwa regenerasi berjalan seiring ambisi klub.