Persija Jakarta berhasil mencuri tiga poin penting setelah menaklukkan tuan rumah Malut United dengan skor tipis 3-2 dalam laga yang berlangsung sengit di Stadion Kie Raha, Ternate, pada Rabu, 25 Februari 2026. Kemenangan ini terasa istimewa mengingat Macan Kemayoran menjadi satu-satunya tim yang mampu menumbangkan Malut United di kandangnya sendiri, sebuah rekor yang sebelumnya gagal dipecahkan oleh tim-tim besar seperti Persib dan Borneo FC.
Sejak peluit awal dibunyikan, tensi pertandingan sudah terasa membara. Persija, yang bertindak sebagai tim tamu, langsung menunjukkan agresivitasnya. Hasilnya, pada menit ke-8, Alaaeddine Ajaraie berhasil memecah kebuntuan dengan gol cepat yang membuat publik Stadion Kie Raha terdiam. Keunggulan Persija semakin diperlebar pada menit ke-28 melalui gol Jordi Amat, membawa tim ibu kota memimpin 0-2.
Meski tertinggal dua gol, Malut United tidak menyerah. Mereka merespons dengan gelombang serangan bertubi-tubi, memaksa lini pertahanan Persija bekerja keras. Statistik pertandingan menunjukkan dominasi tuan rumah dalam beberapa aspek. Malut United menguasai 51 persen bola, sedikit lebih unggul dari Persija yang mencatat 49 persen. Dalam hal tembakan, Malut United melepaskan 20 percobaan, dengan lima di antaranya tepat sasaran. Sementara itu, Persija hanya mencatatkan 11 tembakan, namun lima di antaranya juga mengarah ke gawang lawan. Angka ini menunjukkan efektivitas serangan Persija yang jauh lebih tinggi.
Drama pertandingan semakin memuncak di babak kedua. Malut United berhasil memperkecil ketertinggalan pada menit ke-77 melalui gol Ciro Alves, yang sontak membangkitkan semangat para pendukung tuan rumah. Namun, euforia tersebut tidak bertahan lama. Hanya tiga menit berselang, tepatnya pada menit ke-80, Fabio Colonego kembali menjauhkan keunggulan Persija dengan gol ketiganya.
Pertandingan kembali memanas saat David da Silva mencetak gol kedua untuk Malut United pada menit ke-82, mengubah skor menjadi 2-3. Sisa waktu pertandingan diwarnai ketegangan tinggi, dengan Malut United terus menggempur pertahanan Persija yang dipaksa bertahan habis-habisan. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-3 untuk keunggulan Persija tetap bertahan.
Kemenangan Persija ini tidak hanya ditentukan oleh jumlah gol, tetapi juga oleh efisiensi dan ketenangan dalam bermain. Mereka mencatat akurasi umpan sebesar 84 persen, lebih tinggi dibandingkan Malut United yang 81 persen. Operan-operan Persija terbukti lebih terarah dan berbahaya. Selain itu, Persija juga mencatatkan 33 sentuhan di kotak penalti lawan, sedikit lebih banyak dari Malut United yang 32 kali, menunjukkan kemampuan mereka untuk menembus pertahanan lawan di momen-momen krusial.




