Setiap sore menjelang waktu berbuka puasa, denyut nadi Kota Cirebon terasa lebih semarak, terutama di sepanjang Jalan Siliwangi hingga Jalan M Toha. Kawasan ini bertransformasi menjadi pusat perburuan takjil yang ramai dipadati ribuan warga, menciptakan fenomena yang akrab disebut ‘war takjil’.
Ratusan pedagang musiman berjejer rapi, menyajikan beragam kuliner khas Ramadan yang menggoda selera. Mulai dari kolak manis, bubur sumsum, dan candil yang legendaris, hingga aneka minuman segar dan makanan kekinian, semuanya dipajang mencolok untuk memikat perhatian pengunjung.
Meskipun harus rela berdesak-desakan, masyarakat tetap antusias memadati titik-titik strategis ini demi mendapatkan sajian terbaik untuk berbuka puasa. Suasana riuh rendah dan aroma masakan yang semerbak menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman berburu takjil di pusat Kota Cirebon.
Para pemburu takjil umumnya hanya mengeluarkan uang tidak lebih dari lima puluh ribu rupiah untuk membawa pulang dua hingga tiga jenis jajanan. Momentum Ramadan ini juga membawa berkah bagi para pedagang, yang mengaku penjualan mereka mengalami peningkatan signifikan, mencapai delapan puluh persen dibandingkan hari-hari biasa.
Tak hanya sekadar berburu kuliner, kemeriahan di Jalan Siliwangi juga dilengkapi dengan kehadiran berbagai pertunjukan kesenian dan atraksi menarik. Tepat di depan Kantor Wali Kota Cirebon, hiburan ini semakin menyemarakkan Festival Ramadan dan menjadikan aktivitas ngabuburit sekaligus berburu takjil terasa lebih istimewa.



