Kiper Tim Nasional Indonesia, Maarten Paes, menunjukkan performa impresif dalam debut penuhnya bersama Ajax Amsterdam. Ia mencatatkan tujuh penyelamatan krusial saat timnya bermain imbang 1-1 melawan NEC Nijmegen dalam lanjutan Eredivisie di Johan Cruijff Arena pada Minggu dini hari, 22 Februari 2026. Penampilan gemilang Paes menjadi faktor kunci bagi Ajax yang sepanjang laga berada di bawah tekanan.

Debut Penuh di Bawah Tekanan Lawan

Sejak peluit awal dibunyikan, Ajax justru tampil di bawah dominasi NEC. Statistik pertandingan menunjukkan NEC lebih agresif dengan 51,7 persen penguasaan bola dan total 18 percobaan tembakan, berbanding sembilan milik Ajax. Dari sembilan tembakan tepat sasaran yang dilepaskan NEC, tujuh di antaranya berhasil dimentahkan oleh Paes, menegaskan peran vitalnya dalam menjaga gawang tim tuan rumah.

Paes sudah dipaksa bekerja keras sejak babak pertama. Ia melakukan penyelamatan krusial pada menit ke-22 saat menepis sepakan Eli Dasa, lalu kembali menggagalkan peluang Bryan Linssen pada menit ke-32. Ketangguhannya di bawah mistar gawang membantu Ajax bertahan hingga akhirnya mampu membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-39 melalui gol Mika Godts, meskipun secara permainan tim tamu lebih banyak menekan.

Gempuran Babak Kedua dan Gol Penyeimbang

Memasuki babak kedua, intensitas serangan NEC semakin meningkat. Paes kembali menunjukkan refleks impresifnya dengan menggagalkan tembakan Noé Lebreton di menit ke-49 serta menepis sepakan jarak jauh Tjaronn Chery pada menit ke-56 yang mengarah ke sudut atas gawang. Tekanan beruntun ini juga tercermin dari tujuh sepak pojok yang diperoleh NEC, sedikit lebih banyak dibanding enam milik Ajax.

Gol penyama kedudukan akhirnya tercipta pada menit ke-57 melalui Darko Nejasmic setelah situasi sepak pojok. Momen tersebut menjadi satu-satunya di mana gawang Paes tak mampu diselamatkan di tengah kemelut di kotak penalti. Meski kebobolan, kontribusinya tetap dominan karena Ajax hanya mencatat empat tembakan tepat sasaran sepanjang laga, sementara NEC mencatat sembilan.

Penyelamatan Krusial di Menit Akhir

Di fase akhir pertandingan, Paes kembali menjadi pembeda. Ia menepis tembakan Youssef El Kachati pada menit ke-83 dan melakukan penyelamatan krusial di masa injury time menit 90+3 saat menggagalkan sundulan Ahmetcan Kaplan yang mengarah ke pojok gawang. Aksi tersebut memastikan Ajax tidak kebobolan gol kedua di hadapan 53.583 penonton yang memadati stadion.

Statistik Menegaskan Peran Vital

Secara keseluruhan, statistik pertandingan mempertegas betapa pentingnya peran Paes dalam debutnya. Ajax kalah dalam jumlah tembakan (9 berbanding 18), kalah tembakan tepat sasaran (4 berbanding 9), dan sedikit tertinggal dalam penguasaan bola (48,3% vs 51,7%). Namun, tujuh penyelamatan yang ia bukukan menjadi faktor utama yang mengamankan satu poin bagi Ajax. Debut penuh dengan tujuh saves, ketenangan saat ditekan, serta konsistensi sepanjang laga menjadikan penampilan Maarten Paes sebagai salah satu sorotan utama pertandingan, sekaligus sinyal positif bagi kiprahnya bersama Ajax di kompetisi domestik.