Di tengah badai masalah hukum yang tengah dihadapinya, selebritas Inara Rusli secara mengejutkan menyampaikan permohonan maaf yang mendalam. Permintaan maaf ini ditujukan utamanya kepada ketiga buah hatinya, serta pihak-pihak lain yang mungkin merasa tersakiti oleh tindakannya. Momen ini diungkapkan Inara Rusli melalui unggahan di media sosialnya pada Jumat (20/2/2026).
Dalam pernyataannya, Inara Rusli mengakui bahwa dirinya bukanlah sosok yang sempurna sebagai seorang ibu. Ia merasa seringkali lalai, lelah, dan belum sepenuhnya memahami cara terbaik untuk mencintai anak-anaknya. “Teruntuk anak-anak mami, maafin mami yang belum sempurna ya Nak. Mami cuma manusia biasa yang kadang lalai, kadang lelah, dan belum selalu tahu cara mencintai dengan paling tepat,” ungkap Inara Rusli. Ia menegaskan bahwa segala keterbatasan yang dimilikinya bukanlah cerminan kurangnya cinta kepada anak-anaknya.
Permintaan maaf ini muncul di tengah berbagai persoalan hukum yang melibatkan Inara Rusli. Salah satunya adalah kasus dugaan perzinahan yang menyeret namanya bersama Insanul Fahmi, yang telah naik ke tahap penyidikan atas laporan dari Wardatina Mawa. Inara Rusli juga melaporkan balik Wardatina Mawa terkait dugaan akses ilegal CCTV. Selain itu, Inara juga pernah menghadapi tudingan kekerasan terhadap anak dari mantan mertuanya, Eva Manurung, yang kemudian ia klarifikasi dengan mengakui adanya tindakan fisik yang dipicu oleh kesalahan fatal anak, seperti mencuri [5].
Lebih lanjut, Inara Rusli juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang tersakiti olehnya, tanpa menyebut secara spesifik. Ia berharap permintaan maaf ini menjadi langkah untuk mengampuni diri sendiri, berdamai dengan masa lalu, dan belajar dari kesalahan agar dapat melangkah lebih ringan. “Teruntuk hati-hati yang pernah tersakiti, maafkan. Maaf ini bukan hanya sekadar ingin dimaafkan, tapi juga langkah untuk mengampuni diriku sendiri agar aku bisa berdamai, belajar dari kesalahan dan melangkah lebih ringan,” ujarnya [1, 4].
Memasuki bulan Ramadan, Inara Rusli menyatakan keinginannya untuk menjalani ibadah dengan hati yang lebih tenang dan ikhlas. Ia menjadikan momen ini sebagai kesempatan untuk membersihkan niat, menata perasaan, dan berkomitmen menjadi pribadi yang lebih baik. “Di bulan suci ini aku ingin menjalaninya dengan hati yang lebih tenang dan ikhlas, membersihkan niat, menata perasaan, terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Bukan sempurna, tapi terus bertumbuh,” pungkasnya [1, 4].
Sebelumnya, Inara Rusli sempat dikabarkan menyindir Wardatina Mawa melalui unggahan di media sosialnya, yang kemudian ia klarifikasi bahwa permintaan maafnya ditujukan kepada semua pihak yang tersakiti, bukan hanya satu orang [10].




