Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mengakui belum mampu tampil maksimal pada sesi latihan bebas pertama (FP1) dan Practice Moto3 Catalunya di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Montmelo, Spanyol, Jumat (15/5/2026). Veda masih harus beradaptasi dengan kondisi trek yang menantang.

Pada sesi FP1, Veda menempati posisi ke-23 dengan catatan waktu 1 menit 50,142 detik. Ia terpaut sekitar 2,6 detik dari pembalap tercepat, Hakim Danish dari MT Helmets-MSI. Hasil ini menunjukkan perlunya penyesuaian lebih lanjut bagi Veda untuk bersaing di barisan depan.

Menurut Veda, kondisi lintasan sejak awal sesi memang tidak mudah. Cuaca yang cukup dingin membuat grip motor terasa kurang maksimal, sehingga pembalap harus ekstra hati-hati saat melaju kencang. Meski demikian, ia tetap berusaha mencari ritme terbaiknya.

“Selama pagi hari saya sulit merasa sepenuhnya percaya diri di atas motor, tapi selangkah demi selangkah kami memperbaiki beberapa hal bersama tim, dan di sore hari saya merasa lebih baik dibandingkan di FP1,” ujar Veda, menjelaskan peningkatan performanya di sesi sore.

Di sesi Practice (PR), yang menjadi penentu untuk masuk ke Kualifikasi 1 (Q1) dan Kualifikasi 2 (Q2), Veda berhasil sedikit memperbaiki catatan waktunya. Ia naik ke posisi ke-19 dengan waktu 1 menit 48,136 detik, meskipun masih tertinggal sekitar 1,1 detik dari Hakim Danish yang kembali menjadi yang tercepat.

Meski ada peningkatan, Veda mengaku belum sepenuhnya puas. Salah satu masalah yang ia hadapi adalah kondisi trek yang padat saat melakukan time attack terakhir. Banyak pembalap yang berada di jalur yang sama, sehingga ia kesulitan mendapatkan lap bersih untuk mencatat waktu terbaik.

“Sayangnya, selama time attack terakhir, saya mengalami banyak kemacetan dan saya tidak dapat menyelesaikan lap yang bersih, jadi posisi akhir bukanlah yang kami harapkan,” keluh Veda. Situasi ini cukup merugikan, mengingat selisih waktu yang sangat tipis di kelas Moto3.

Akibat hasil ini, Veda Ega Pratama harus memulai perjuangannya dari sesi Q1 pada Sabtu (16/5/2026). Dari sana, ia harus bersaing untuk bisa lolos ke Q2 dan mendapatkan posisi start yang lebih baik.