Harapan Timnas Irak untuk melaju ke putaran final FIFA World Cup 2026 kini berada di ujung tanduk. Eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, secara langsung menghambat persiapan skuad nasional Irak menjelang laga krusial.

Konflik yang memanas tersebut telah memicu berbagai pembatasan perjalanan. Kondisi ini berdampak signifikan terhadap mobilitas dan kesiapan Timnas Irak yang dijadwalkan menghadapi pertandingan penentu.

Dalam kondisi normal, Timnas Irak seharusnya menjalani pertandingan play-off antarbenua Piala Dunia 2026 pada 31 Maret mendatang. Laga krusial ini akan digelar di Monterrey, Meksiko, dengan lawan pemenang duel antara Suriname dan Bolivia. Pertandingan tersebut menjadi penentu langkah Irak untuk lolos ke putaran final.

Namun, peningkatan ketegangan di Timur Tengah membuat seluruh rencana persiapan Timnas Irak terganggu. Kebijakan keamanan yang diberlakukan pemerintah Irak bahkan berdampak langsung terhadap pergerakan para pemain.

Situasi semakin rumit setelah pemerintah Irak memutuskan untuk menutup wilayah udara negara tersebut hingga 1 April. Keputusan ini menyebabkan sejumlah pemain yang masih berkompetisi di liga domestik tidak dapat meninggalkan Irak untuk bergabung dengan skuad nasional. Akibatnya, persiapan tim menuju pertandingan penting tersebut menjadi tidak maksimal dan terancam gagal.