Pelatih tim nasional Portugal, Roberto Martinez, resmi mengundurkan diri dari jabatannya setelah timnya tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kekalahan 0-1 dari Spanyol di Dallas Stadium, Texas, pada Selasa (7/7) dini hari WIB, memicu kekecewaan mendalam di kalangan penggemar yang menuding Martinez sebagai biang keladi kegagalan.
Manajer kelahiran 13 Juli 1973 itu dianggap tidak mampu membawa Portugal tampil meyakinkan sepanjang turnamen. Penampilan Cristiano Ronaldo dan kolega memang kurang impresif, hanya mampu finis di posisi kedua pada fase grup.
Kekecewaan Penggemar dan Perjalanan Portugal
Perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026 memang penuh tantangan. Setelah lolos dari fase grup dengan status runner-up, mereka harus berjuang keras melawan Kroasia di babak gugur sebelum akhirnya meraih kemenangan tipis 2-1.
Namun, harapan untuk melaju lebih jauh pupus di tangan Spanyol. Kekalahan 0-1 di babak 16 besar menjadi kali terakhir bagi pria berusia 52 tahun itu menukangi skuad berjuluk Selecao das Quinas.
Kekecewaan penggemar memuncak setelah pertandingan tersebut, dengan banyak yang menyuarakan kritik terhadap strategi dan keputusan Martinez selama turnamen.
Pernyataan Perpisahan Roberto Martinez
Kontrak Roberto Martinez memang dijadwalkan berakhir pada akhir Piala Dunia 2026. Setelah pertandingan melawan Spanyol, Martinez mengonfirmasi kepergiannya.
“Ini pertandingan terakhir saya bersama Portugal. Saya merasa terkesan diterima di sini setelah melakoni 45 laga,” kata Martinez, seperti dikutip dari laman ESPN. Pernyataan ini sekaligus menandai berakhirnya era kepelatihannya bersama timnas Portugal.




