Milano-Cortina, Italia – Olimpiade Musim Dingin 2026 terus menyajikan drama dan kejutan di tengah persaingan ketat para atlet dunia. Hingga Jumat, 21 Februari 2026, Norwegia masih kokoh bertengger di puncak klasemen perolehan medali, menunjukkan dominasi mereka di ajang olahraga musim dingin ini. Negara Skandinavia tersebut telah mengumpulkan total 37 medali, termasuk 17 medali emas, 10 perak, dan 10 perunggu. Capaian ini bahkan memecahkan rekor emas terbanyak yang pernah mereka raih dalam satu edisi Olimpiade Musim Dingin.
Dominasi Norwegia dan Sejarah Baru dari Brasil
Keunggulan Norwegia tidak terlepas dari performa gemilang di berbagai cabang olahraga, seperti ski lintas alam dan biathlon. Johannes Hoesflot Klaebo menjadi salah satu bintang Norwegia, dengan total koleksi 10 medali emas sepanjang kariernya, menjadikannya atlet tersukses dalam sejarah Olimpiade Musim Dingin. Ia kini sejajar dengan legenda renang Amerika Serikat, Michael Phelps, dalam daftar peraih medali emas ganda digit.
Namun, Olimpiade tahun ini juga mencatat sejarah baru yang emosional. Lucas Braathen, yang mewakili Brasil, berhasil meraih medali emas di nomor Giant Slalom putra. Ini merupakan kali pertama dalam sejarah sebuah negara tropis dan dari Amerika Latin memenangkan medali emas di Olimpiade Musim Dingin. “Ini bukan hanya untuk saya, tapi untuk semua anak di Brasil yang bermimpi bahwa salju bukanlah penghalang,” ujar Braathen dalam konferensi pers.
Persaingan Ketat di Papan Atas
Di peringkat kedua klasemen sementara, Amerika Serikat membayangi Norwegia dengan total 29 medali, terdiri dari 10 emas, 12 perak, dan 7 perunggu. Meskipun mengirimkan kontingen terbesar, AS masih harus berjuang keras untuk mengejar ketertinggalan dari Norwegia.
Tuan rumah Italia juga menunjukkan performa yang mengesankan dan menempati posisi ketiga dengan 22 medali, termasuk 9 emas. Negara lain yang juga tampil kuat antara lain Tiongkok, yang meraih beberapa emas di cabang ski gaya bebas, serta Belanda yang mendominasi di cabang speed skating.
Fakta Menarik Olimpiade Musim Dingin 2026
Olimpiade Musim Dingin 2026, yang secara resmi dikenal sebagai Milano Cortina 2026, berlangsung dari 6 hingga 22 Februari 2026 di berbagai lokasi di Lombardia dan Italia Timur Laut. Ajang ini juga menandai debut ski panjat gunung sebagai cabang olahraga Olimpiade Musim Dingin.
Tantangan iklim juga menjadi sorotan, dengan penyelenggara mengandalkan salju buatan untuk menjaga kondisi lintasan tetap optimal di tengah suhu yang menghangat. Teknologi canggih, termasuk kecerdasan buatan (AI) dalam sistem penilaian, juga turut mewarnai kompetisi tahun ini.




