Milan, Italia – Olimpiade Musim Dingin 2026 yang seharusnya menjadi perayaan olahraga global di Milan-Cortina, Italia, justru diwarnai gelombang protes dan kontroversi. Kedatangan agen dari U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) Amerika Serikat untuk mendukung operasi keamanan acara tersebut memicu kemarahan publik dan pejabat Italia. Protes ini menyoroti kekhawatiran mendalam terkait isu hak asasi manusia, kebijakan imigrasi AS, serta dampak lingkungan.
Penolakan Keras dari Warga dan Pejabat Lokal
Ratusan warga Milan turun ke jalan pada awal Februari 2026, menyuarakan penolakan keras terhadap kehadiran agen ICE. Demonstran membawa poster bertuliskan “ICE OUT” dan meneriakkan yel-yel yang menentang kehadiran badan federal AS tersebut. Wali Kota Milan, Giuseppe Sala, secara tegas menyatakan penolakannya, menyebut agen ICE sebagai “milisi yang membunuh” dan menegaskan bahwa mereka tidak diterima di kotanya. Pernyataan ini mencerminkan ketegangan yang muncul terkait rekam jejak ICE, terutama setelah insiden penembakan fatal di Minneapolis, Amerika Serikat, yang menewaskan dua warga sipil. Beberapa politisi oposisi di Italia juga turut menyuarakan kritik, menilai kehadiran agen ICE bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi Italia.
Klarifikasi Peran ICE dan Tanggapan Pemerintah
Menanggapi kontroversi yang berkembang, pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) dan pihak Italia menegaskan bahwa peran agen ICE bersifat pendukung dan non-operasional. Juru bicara DHS menyatakan bahwa unit dari ICE, khususnya Homeland Security Investigations (HSI), akan bekerja sama dengan Diplomatic Security Service untuk mengidentifikasi dan memitigasi ancaman kriminal transnasional. Mereka akan beroperasi di bawah hukum dan otoritas Italia, serta berbasis di konsulat AS di Milan dan kedutaan di Roma. Pihak AS menekankan bahwa ICE tidak akan melakukan operasi penegakan hukum imigrasi di luar negeri.
Isu Lingkungan dan Agenda Politik
Selain isu terkait ICE, protes juga menyuarakan keresahan mengenai dampak lingkungan dari penyelenggaraan Olimpiade. Beberapa demonstran mengkritik pembangunan infrastruktur senilai miliaran yang dinilai tidak berkelanjutan dan tidak sejalan dengan klaim netralitas biaya serta keberlanjutan yang digaungkan oleh penyelenggara. Ada pula pandangan bahwa Olimpiade kali ini dimanfaatkan untuk agenda geopolitik, bukan semata-mata sebagai ajang olahraga. Kericuhan sempat terjadi antara demonstran dan pihak kepolisian, yang berujung pada pelemparan petasan dan penggunaan gas air mata, serta penahanan beberapa orang.
Olimpiade Tetap Berjalan di Tengah Kontroversi
Meskipun diwarnai protes dan perdebatan sengit, Olimpiade Musim Dingin 2026 Milano-Cortina tetap dilanjutkan dengan upacara pembukaan yang megah pada 6 Februari 2026. Ajang olahraga ini menampilkan berbagai cabang, termasuk hoki es dan figure skating, di mana tim Amerika Serikat berhasil meraih medali emas. Namun, kontroversi seputar kehadiran agen ICE dan isu-isu sosial-politik lainnya menunjukkan bahwa ajang olahraga global kini tak bisa lepas dari realitas yang lebih luas.




