Olimpiade Musim Dingin XXV, yang dikenal sebagai Milano Cortina 2026, telah resmi dibuka pada 6 Februari 2026, menandai babak baru dalam sejarah olahraga musim dingin. Ajang akbar ini tidak hanya menjadi yang pertama diselenggarakan bersama oleh dua kota, Milan dan Cortina d’Ampezzo, tetapi juga memperkenalkan debut cabang olahraga ski mountaineering sebagai nomor yang dipertandingkan. Kompetisi sendiri telah dimulai sejak 4 Februari 2026 dan akan berlangsung hingga 22 Februari 2026, melibatkan sekitar 2.871 atlet dari 92 negara di 116 nomor pertandingan dalam 16 disiplin olahraga.
Upacara Pembukaan Spektakuler dan Inovasi
Upacara pembukaan yang bertajuk “Armonia” (Harmoni) digelar di Stadio San Siro, Milan, pada 6 Februari 2026. Acara ini tidak hanya menampilkan pertunjukan artistik yang memukau dari berbagai seniman Italia seperti Laura Pausini dan Andrea Bocelli, serta bintang internasional Mariah Carey, tetapi juga mencatatkan sejarah dengan penyalaan dua kaldron Olimpiade secara bersamaan di Milan dan Cortina d’Ampezzo. Inovasi ini menjadi simbol persatuan dan semangat Olimpiade yang merentang di kedua kota tuan rumah.
Debut Ski Mountaineering dan Ragam Cabang Olahraga
Salah satu sorotan utama Milano Cortina 2026 adalah debut ski mountaineering sebagai cabang olahraga resmi Olimpiade Musim Dingin. Selain itu, Olimpiade kali ini akan mempertandingkan 16 disiplin olahraga, termasuk ski alpen, biathlon, bobsled, ski lintas alam, curling, figure skating, ski gaya bebas, hoki es, luge, kombinasi nordic, short track speed skating, skeleton, lompat ski, snowboard, dan speed skating. Total terdapat 116 nomor medali yang diperebutkan.
Fokus pada Keberlanjutan dan Warisan
Milano Cortina 2026 mengusung tema keberlanjutan dengan ambisi menjadi Olimpiade yang paling ramah lingkungan. Penyelenggara berkomitmen untuk menggunakan 100% listrik dari sumber terbarukan bersertifikat dan meminimalkan limbah. Desa Olimpiade yang dibangun sebagian besar memanfaatkan fasilitas yang sudah ada dan dirancang untuk diubah menjadi perumahan mahasiswa dan terjangkau pasca-acara. Upaya ini sejalan dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB, menunjukkan pergeseran menuju penyelenggaraan acara olahraga besar yang lebih bertanggung jawab.
Venue dan Upacara Penutupan di Arena Bersejarah
Pertandingan akan diselenggarakan di berbagai lokasi ikonik di Lombardy dan Italia Timur Laut, termasuk Milan, Cortina d’Ampezzo, Livigno, Val di Fiemme, dan Bormio. Upacara penutupan yang memukau akan berlangsung di Verona Arena, sebuah amfiteater Romawi bersejarah yang dikenal sebagai latar kisah Romeo dan Juliet. Acara penutupan yang bertajuk “Beauty in Action” ini dijadwalkan pada 22 Februari 2026, menandai akhir dari perayaan olahraga musim dingin yang penuh semangat.
Maskot Tina dan Milo: Simbol Semangat Italia
Maskot Olimpiade Musim Dingin 2026 adalah Tina dan Milo, dua ekor cerpelai (stoat) bersaudara yang terinspirasi dari kota tuan rumah. Tina mewakili Olimpiade Musim Dingin, sementara Milo adalah maskot untuk Paralimpiade Musim Dingin. Nama mereka diambil dari Milan (Milo) dan Cortina (Tina). Keduanya melambangkan semangat Italia yang kontemporer, dinamis, dan penuh keceriaan, serta kecintaan pada olahraga dan alam bebas.
Dominasi Norwegia di Klasemen Medali
Hingga pembaruan terakhir pada 20 Februari 2026, Norwegia kokoh memimpin klasemen perolehan medali dengan total 37 medali, termasuk 17 emas. Capaian ini menegaskan dominasi Norwegia sebagai negara tersukses dalam sejarah Olimpiade Musim Dingin, bahkan memecahkan rekor emas terbanyak mereka sendiri dalam satu edisi. Amerika Serikat berada di posisi kedua dengan 29 medali (10 emas, 12 perak, 7 perunggu), menunjukkan persaingan ketat di papan atas.




