Upaya Presiden RI Prabowo Subianto untuk memediasi konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran mendapatkan respons positif serta dukungan dari sejumlah negara. Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Nusron Wahid, mengungkapkan bahwa Pakistan dan Uni Emirat Arab (UEA) termasuk di antara negara-negara yang mendukung peran Indonesia ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Nusron usai acara buka puasa bersama Presiden Prabowo dengan para tokoh ulama di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (5/3) malam. Ia menjelaskan bahwa inisiatif Presiden Prabowo untuk mempertemukan AS dan Iran telah disambut baik oleh Iran.

Dukungan Negara Timur Tengah dan Peran D-8

“Prinsipnya Bapak Presiden menginginkan adanya pertemuan Amerika Serikat dengan Iran, untuk memediasi dan Iran membuka diri. Dan kemudian langkah-langkah yang diambil Pak Presiden itu mendapat support dari beberapa negara Timur Tengah dan negara Islam lain. Termasuk dari Pakistan, juga UAE (Uni Emirat Arab),” kata Nusron, Kamis (5/3).

Nusron menambahkan, Indonesia juga akan memimpin forum D-8, atau kelompok delapan negara Islam ekonomi berkembang, dalam mengemban komitmen perdamaian di kawasan Teluk dan Timur Tengah. Hal ini menjadi bagian dari upaya kolektif untuk meredakan ketegangan.

“Intinya, Pak Presiden bersama tujuh pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok delapan itu, menginginkan adanya perdamaian. Jangan sampai perang berlarut-larut terutama di Iran maupun di kawasan Teluk dan sebagainya,” imbuhnya.

Diplomasi Melalui Board of Peace

Lebih lanjut, Nusron menyebut bahwa Presiden Prabowo telah memaparkan berbagai langkah diplomasi yang ditempuh Indonesia untuk meredakan ketegangan internasional. Upaya ini dilakukan melalui berbagai forum kerja sama internasional yang diikuti Indonesia, termasuk melalui Board of Peace (BoP).

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) itu juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan penuh terhadap upaya diplomasi Indonesia di meja perundingan dunia. Tujuannya adalah mengupayakan perdamaian yang berkelanjutan.

“Posisi Pak Presiden, bangsa Indonesia sudah menerima BOP ini sebagai sarana, sebagai ikhtiar menuju perdamaian. Setidaknya ikhtiar ini dicoba dulu. Jangan sampai ikhtiar dan usahanya belum dilakukan, sudah diminta untuk keluar terlebih dahulu,” tegas Nusron.

Dalam pertemuan buka puasa tersebut, para ulama dan pimpinan organisasi masyarakat Islam sepakat untuk terus menjalin komunikasi dengan pemerintah. Mereka juga menyatakan dukungan terhadap berbagai langkah Indonesia dalam mendorong terciptanya perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Pemerintah, jelas Nusron, juga terus berupaya mengantisipasi potensi gejolak geopolitik yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional. Ini termasuk mitigasi risiko terhadap pasokan energi maupun pangan apabila konflik di kawasan tersebut terus meluas.