Pembina Gideon Badminton Academy (GBA), Marcus Fernaldi Gideon, menerapkan metode pembinaan yang tidak biasa. Mantan pebulu tangkis ganda putra top dunia itu mengembalikan seluruh uang iuran atlet yang berhasil menembus Pelatnas Cipayung, sebagai bentuk apresiasi dan motivasi.
Salah satu atlet yang merasakan langsung kebijakan ini adalah Joven Farandi. Joven menerima kembali seluruh uang iurannya selama dua tahun setelah ia berhasil lolos ke Pelatnas Cipayung bersama Joseph Marcellino Kyta. Prosesi pengembalian iuran tersebut dilakukan di Ciangsana, Bogor, pada Senin (9/3).
Joven dan Joseph berhasil menjadi bagian dari Pelatnas setelah menjuarai Seleksi Nasional (Seleknas) 2026. Dalam partai final, mereka mengalahkan wakil CWIBC, Ardiola Dionilo/Raffarel Radzinski Sadad, dengan skor identik 21-19, 21-19.
Marcus berharap, apresiasi yang diberikan kepada Joven dapat menjadi pemicu semangat bagi atlet-atlet lain yang berlatih di Gideon Badminton Academy. Putra dari mendiang Kurniahu ini ingin para atlet di GBA termotivasi untuk bisa menembus Pelatnas Cipayung, meskipun setiap bulan mereka harus membayar iuran.
Filosofi Pembinaan Gideon Badminton Academy
“Kami di sini mencoba mendidik semua menjadi atlet. Berbeda dengan tim lain, kami membina dari awal,” ujar Marcus Fernaldi Gideon, yang akrab disapa Sinyo.
Ia mencontohkan perjalanan Joven Farandi yang menunjukkan perkembangan signifikan. “Seperti Joven yang bergabung bersama kami selama dua tahun dari Bangka bisa menunjukkan perkembangan luar biasa dan masuk Pelatnas,” tambahnya.
Joven Farandi sendiri telah berlatih di Gideon Badminton Academy selama dua tahun sebelum akhirnya berhasil menembus Pelatnas. Metode unik Marcus ini diharapkan dapat terus melahirkan talenta-talenta bulu tangkis masa depan Indonesia.



