Mantan wasit Liga Inggris, Graham Scott, melontarkan kritik tajam terhadap keputusan Wasit Francois Letexier yang menganulir gol Tim Nasional Mesir saat menghadapi Argentina dalam laga 16 Besar Piala Dunia 2026. Insiden kontroversial ini terjadi di Atlanta pada Rabu, 08 Juli 2026, dan menurut Scott, merupakan sebuah kesalahan besar.
Gol yang dicetak Mostafa Ziko pada menit ke-58 tersebut, menurut analisis Scott di The Athletic, seharusnya tetap disahkan. Ia berpendapat bahwa kontak antara Marwan Attia dan Lisandro Martinez dalam fase serangan adalah bagian dari duel normal dan tidak memenuhi kriteria pelanggaran.
Kritik Terhadap Keputusan VAR
“Keputusan untuk menganulir gol Timnas Mesir adalah keputusan yang keliru. Kontak yang terjadi merupakan bagian wajar dari permainan dan tidak seharusnya dianggap sebagai pelanggaran,” tegas Scott.
Scott juga menyoroti jarak insiden tersebut dari gawang Argentina. Menurutnya, duel terjadi sekitar 100 yard atau lebih dari 91 meter dari area pertahanan Tim Tango, memberikan waktu yang cukup bagi Argentina untuk mengatur ulang pertahanan mereka.
Lebih lanjut, Scott menilai intervensi Video Assistant Referee (VAR) dalam situasi ini telah melampaui batas kewenangannya. Ia menekankan bahwa teknologi VAR seharusnya hanya digunakan untuk mengoreksi kesalahan yang benar-benar jelas dan nyata.
“VAR memang memeriksa seluruh fase serangan sebelum gol tercipta. Namun, dalam kasus ini tidak ada pelanggaran yang cukup jelas untuk membuat wasit dipanggil meninjau ulang tayangan,” pungkas mantan pengadil lapangan hijau tersebut.



