Memasuki hari ketiga, konflik bersenjata antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat (AS) semakin memanas dan meluas ke berbagai kawasan di Timur Tengah. Serangan rudal dan drone Iran pada Senin (2/3/2026) dilaporkan menewaskan sedikitnya 11 orang di Israel, menandai eskalasi langsung paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.
Konfrontasi ini tidak lagi terbatas pada satu medan pertempuran, melainkan telah membuka banyak front baru, mulai dari serangan di negara-negara Teluk hingga gangguan pelayaran di Selat Hormuz.
11 Tewas di Israel Akibat Serangan Rudal Iran
Israel menjadi target utama dalam gelombang serangan balasan Iran pada hari ketiga konflik. Kantor berita Reuters melaporkan, Iran menembakkan sejumlah rudal balistik dan drone ke wilayah Israel, memicu sirene serangan udara di berbagai kota.
Meskipun sebagian besar proyektil berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel, beberapa rudal dilaporkan menembus pertahanan dan menghantam kawasan permukiman. Reuters mencatat, sedikitnya 11 orang tewas di Israel, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Ketegangan Meluas ke Negara-Negara Teluk
Selain Israel, ketegangan juga menjalar ke kawasan Teluk. Sejumlah fasilitas energi di Arab Saudi dilaporkan menjadi sasaran serangan balasan, meskipun statusnya masih dalam siaga tinggi.
Beberapa sumber keamanan regional menyebut infrastruktur milik Saudi Aramco sempat berada dalam status siaga tinggi menyusul ancaman serangan rudal dan drone. Media Al Jazeera melaporkan, aktivitas pertahanan udara meningkat di sejumlah negara Teluk seperti Qatar, Uni Emirat Arab, dan Kuwait, setelah proyektil yang diduga terkait serangan Iran memasuki wilayah udara kawasan.
Sementara itu, media Turki Anadolu Agency melaporkan, beberapa fasilitas militer yang berkaitan dengan kehadiran Amerika Serikat di kawasan juga menjadi sasaran dalam rangkaian serangan tersebut. Perkembangan ini menunjukkan konflik Iran melawan Israel dan Amerika Serikat mulai menciptakan ketegangan baru di negara-negara yang sebelumnya tidak terlibat langsung.
Pangkalan Militer Inggris di Siprus Terancam Drone
Eskalasi konflik turut menjangkau kawasan Mediterania. Beberapa laporan media menyebut drone yang diduga terkait kelompok sekutu Iran terdeteksi mendekati pangkalan udara Inggris di Siprus, yakni RAF Akrotiri, salah satu pangkalan militer utama Inggris di kawasan.
Menurut laporan BBC, sejumlah drone berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara sebelum mencapai target utama. Insiden ini meningkatkan kekhawatiran bahwa negara-negara Barat dapat terseret lebih jauh ke dalam konflik jika fasilitas militer mereka di kawasan terus menjadi sasaran.
Front Baru Terbuka di Lebanon dengan Keterlibatan Hezbollah
Konflik juga meluas ke Lebanon setelah kelompok bersenjata Hezbollah, sekutu utama Iran di kawasan, menembakkan roket ke wilayah Israel utara. Media Israel Haaretz melaporkan, serangan roket tersebut memicu balasan dari militer Israel yang kemudian menyerang beberapa posisi di Lebanon selatan.
Pertempuran lintas perbatasan ini membuka front baru dalam konflik yang sebelumnya berpusat pada konfrontasi langsung antara Iran dan Israel. Keterlibatan Hezbollah meningkatkan risiko bahwa perang dapat berubah menjadi konflik regional yang melibatkan lebih banyak kelompok bersenjata di Timur Tengah.
Kapal Tanker Diserang di Selat Hormuz, Satu Awak Tewas
Eskalasi konflik juga merembet ke jalur pelayaran internasional di sekitar Selat Hormuz. Menurut laporan Reuters, beberapa kapal tanker mengalami kerusakan setelah diserang di kawasan tersebut ketika konflik Iran melawan Israel dan Amerika Serikat memasuki hari ketiga.
Badan keamanan maritim Inggris UK Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan setidaknya dua insiden terhadap kapal komersial di Teluk Oman dan perairan dekat Uni Emirat Arab. Media Business Insider juga melaporkan, salah satu serangan terhadap kapal tanker menyebabkan kebakaran di ruang mesin dan menewaskan satu awak kapal.
Serangan terhadap kapal-kapal ini memicu kekhawatiran global karena sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia melewati Selat Hormuz. Akibat meningkatnya risiko keamanan, sejumlah kapal tanker dilaporkan menunda perjalanan atau berlabuh sementara di sekitar Teluk Persia.
Timur Tengah di Ambang Perang Regional
Dengan serangan yang kini menjangkau Israel, negara-negara Teluk, Lebanon, hingga jalur pelayaran internasional, konflik antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat menunjukkan tanda-tanda semakin meluas. Para analis memperingatkan, eskalasi ini dapat berkembang menjadi perang regional jika lebih banyak negara atau kelompok bersenjata ikut terlibat.
Memasuki hari ketiga perang, belum ada tanda-tanda bahwa ketegangan akan mereda. Sebaliknya, setiap serangan baru justru membuka kemungkinan front konflik yang semakin luas di Timur Tengah.



