Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 23 kasus positif Hantavirus di Indonesia dengan tiga di antaranya berakhir meninggal dunia. Data tersebut terakumulasi dari tahun 2024 hingga minggu ke-16 tahun 2026 dan tersebar di sembilan provinsi.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa seluruh kasus yang teridentifikasi mengarah pada Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dengan strain Seoul virus. “Ini situasi nasional. Ada 23 positif, tiga kematian, sisanya sembuh,” ujar Aji, dikutip dari Bloomberg Technoz pada Jumat, 8 Mei 2026.
Secara kumulatif, Kemenkes juga mencatat 251 kasus suspek Hantavirus. Dari jumlah tersebut, 23 dinyatakan positif, 221 negatif, empat masih dalam proses pemeriksaan, dan tiga kasus tidak dapat diambil spesimennya.
Aji menjelaskan, penularan Hantavirus umumnya terjadi melalui kontak langsung antara manusia dengan tikus atau celurut yang terinfeksi. Hal ini termasuk paparan terhadap ekskresi dan sekresi dari hewan pengerat tersebut. Studi Rikhus Vektora oleh Balai Litbangkes Kelas I Salatiga juga menemukan reservoir virus pada tikus di 29 provinsi di Indonesia.
Menanggapi temuan ini, Kemenkes menegaskan bahwa risiko penyebaran Hantavirus di Indonesia masih tergolong rendah, berdasarkan penilaian dari World Health Organization (WHO). Meskipun demikian, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan melalui penguatan surveilans, kesiapan fasilitas kesehatan, dan peningkatan kapasitas laboratorium.
Upaya yang dilakukan Kemenkes meliputi pemantauan ketat di pintu masuk negara, surveilans aktif di rumah sakit sentinel, serta penguatan deteksi dini melalui jejaring laboratorium kesehatan masyarakat. Selain itu, Kemenkes juga telah menyiapkan pedoman penanganan, pelatihan bagi tenaga kesehatan, dan komunikasi risiko yang efektif kepada masyarakat.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan tikus atau kotorannya. Langkah-langkah preventif ini diharapkan dapat menekan risiko penularan Hantavirus di tengah masyarakat.




