Teheran diguncang serangan udara besar yang dilancarkan oleh pasukan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28 Februari 2026). Operasi militer bersama ini menyasar sejumlah target di Iran, termasuk kompleks yang terkait dengan kediaman dan kantor resmi Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatullah Ali Khamenei.
Meskipun demikian, pejabat tinggi pemerintahan Iran pada Minggu (1 Maret 2026) melaporkan bahwa Ayatullah Ali Khamenei dipastikan masih hidup dan berada di lokasi yang aman. Laporan ini disampaikan menyusul spekulasi mengenai nasib Pemimpin Tertinggi pasca-serangan yang mengguncang ibu kota negara tersebut.
Citra satelit yang dirilis oleh Airbus memperlihatkan kerusakan parah di kediaman resmi Ayatullah Ali Khamenei. Beberapa bangunan di kompleks tersebut tampak rusak akibat ledakan dan kebakaran. Serangan ini disebut media internasional sebagai bagian dari operasi militer gabungan yang menargetkan infrastruktur pertahanan Iran serta fasilitas vital lainnya.
Pernyataan resmi dari Menteri Luar Negeri Iran menegaskan bahwa Pemimpin Tertinggi dan pejabat lainnya selamat dari serangan udara. Meskipun demikian, beberapa komandan militer dilaporkan tewas dalam bentrokan yang terjadi. Pemerintah Iran menolak klaim yang menyebut Khamenei terluka atau mengalami nasib yang tidak pasti, serta menegaskan akan mengelola situasi keamanan nasional dengan ketat dan menindaklanjuti respons terhadap agresi tersebut.
Dari Washington dan Tel Aviv, serangan ini diklaim sebagai bagian dari tekanan militer terhadap program militer dan nuklir Iran. Para pemimpin AS dan Israel menegaskan bahwa operasi ini telah direncanakan jauh hari sebelumnya. Tujuannya adalah untuk melemahkan struktur militer serta jaringan komando Iran, termasuk kemungkinan mendorong perubahan rezim di negara tersebut.
Situasi di Iran kini masih sangat tidak stabil. Teheran telah membalas dengan melancarkan serangan roket dan misil ke sejumlah basis militer Amerika di wilayah Timur Tengah. Beberapa negara sahabat Iran menyerukan agar konflik dihentikan melalui jalur diplomatik dan mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga telah menjadwalkan pertemuan darurat untuk membahas eskalasi tersebut.
Kondisi Ayatullah Ali Khamenei, yang selama ini menjadi pusat kekuasaan ideologis dan politik di Iran, kini menjadi fokus perhatian dunia. Pemerintah Iran tetap menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi dalam keadaan aman dan berfungsi memimpin negara dalam krisis ini. Namun, keterangan independen dari sumber luar negeri mengenai lokasi dan status kesehatannya belum tersedia hingga saat ini.




