Keputusan pembalap Jorge Martin untuk meninggalkan Aprilia dan bergabung dengan tim Yamaha di ajang MotoGP mulai musim 2027 menyisakan tanda tanya besar. Langkah ini diambil Martin di tengah situasi yang kontras, di mana ia kini memimpin klasemen bersama Aprilia, sementara Yamaha masih berjuang keras mencari konsistensi.

Martin Tak Gentar Hadapi Keraguan

Meski demikian, pembalap asal Spanyol itu menegaskan bahwa kondisi saat ini bukanlah tolok ukur yang tepat untuk menilai pilihannya. Martin menyoroti perubahan regulasi besar-besaran yang akan diterapkan pada musim 2027, yang berpotensi mengubah drastis peta persaingan. Regulasi baru tersebut mencakup penurunan kapasitas mesin menjadi 850cc dan pergantian pemasok ban dari Michelin ke Pirelli.

Martin berkaca pada pengalamannya saat memilih Aprilia. Kala itu, keputusannya juga sempat dianggap berisiko karena tim asal Noale tersebut belum pernah meraih gelar juara MotoGP. Namun, kini ia justru berhasil memimpin kejuaraan bersama Aprilia.

“Ketika saya memilih Aprilia, banyak yang menganggapnya seperti sebuah bencana karena tim ini belum pernah menjadi juara. Sekarang saya justru memimpin kejuaraan,” tegas kampiun MotoGP 2024 itu, menggarisbawahi keyakinannya terhadap keputusan yang diambil.

Keyakinan Martin didasari pada potensi adaptasi dan pengembangan tim Yamaha di bawah regulasi baru, yang menurutnya akan meratakan kembali persaingan dan membuka peluang baru bagi semua pabrikan.