Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, menyatakan tidak terkejut dengan rentetan kejutan yang terjadi di babak pertama All England 2026. Sejumlah pemain unggulan, termasuk juara bertahan Shi Yu Qi dan Anders Antonsen, harus angkat koper lebih awal dari turnamen BWF Super 1000 tersebut.

Menurut Jonatan, turnamen sekelas All England memang memiliki tekanan yang berbeda, terutama pada pertandingan pembuka. “Banyak kejutan terjadi kemarin di tunggal putra, inilah turnamen besar, tekanannya pasti ada apalagi di pertandingan pembuka, selalu tidak mudah,” kata Jonatan, Kamis (5/3/2026).

Pria yang akrab disapa Jojo ini menambahkan bahwa para pemain harus mampu beradaptasi dengan cepat di lapangan. “Kami harus masih mencari situasi, kami harus mencari feel-nya lagi di mana lawan-lawannya juga sekarang jauh lebih merata,” ujarnya.

Unggulan Tumbang di Babak Pertama All England 2026

Dua nama besar yang menjadi korban kejutan di sektor tunggal putra adalah Shi Yu Qi dari China dan Anders Antonsen asal Denmark. Shi Yu Qi, yang datang dengan status juara bertahan, harus mengakui keunggulan wakil India, Lakshya Sen, dalam pertandingan yang berlangsung di Utilita Arena, Birmingham.

Pertandingan sengit tersebut berakhir dengan skor 21-23, 21-19, 17-21 untuk kemenangan Lakshya Sen. Kekalahan ini tentu menjadi pukulan telak bagi Shi Yu Qi yang diharapkan bisa mempertahankan gelarnya.

Sementara itu, Anders Antonsen juga gagal melangkah lebih jauh setelah ditaklukkan tunggal putra Jepang, Koki Watanabe. Antonsen menyerah dua gim langsung dengan skor telak 8-21, 12-21, memastikan ia juga angkat koper lebih awal dari turnamen bergengsi ini.