Teheran, Kamis (12/3/2026) – Iran mengisyaratkan kemungkinan tidak akan berpartisipasi dalam gelaran Piala Dunia 2026. Pernyataan ini muncul setelah serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel disebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, menyampaikan sikap tersebut melalui televisi pemerintah pada Rabu (11/3/2026). Menurut Donyamali, serangan udara yang terjadi sekitar dua pekan lalu telah memicu konflik meluas di kawasan Teluk dan berujung pada kematian pemimpin Republik Islam itu.

Alasan Boikot dan Kondisi Keamanan

Donyamali menegaskan bahwa partisipasi Iran di Piala Dunia 2026 tidak mungkin dilakukan dalam kondisi saat ini. “Dengan mempertimbangkan bahwa rezim korup ini telah membunuh pemimpin kami, dalam kondisi apa pun kami tidak dapat berpartisipasi di Piala Dunia,” kata Donyamali.

Ia juga menyoroti situasi keamanan yang tidak memungkinkan Iran mengirim tim nasionalnya ke turnamen tersebut. “Anak-anak kami tidak aman dan secara mendasar kondisi untuk berpartisipasi tidak ada,” ujarnya.

Lebih lanjut, Donyamali menambahkan bahwa tindakan yang dianggapnya bermusuhan terhadap Iran telah memicu konflik berkepanjangan. “Mengingat tindakan jahat yang mereka lakukan terhadap Iran, mereka telah memaksakan dua perang kepada kami dalam delapan atau sembilan bulan terakhir dan telah membunuh serta memartirkan ribuan rakyat kami. Karena itu kami tentu tidak dapat hadir,” jelasnya.

Jadwal dan Lokasi Pertandingan Iran

Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli di tiga negara tuan rumah bersama: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Dalam undian grup yang telah digelar Desember lalu, Iran tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.

Seluruh pertandingan grup Iran dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, dengan dua laga di Los Angeles dan satu pertandingan di Seattle. Iran juga tercatat sebagai satu-satunya negara yang tidak menghadiri pertemuan perencanaan FIFA untuk peserta Piala Dunia yang digelar pekan lalu di Atlanta.

Hingga berita ini diturunkan, badan sepak bola dunia FIFA belum memberikan komentar resmi terkait pernyataan pemerintah Iran tersebut.