Aktivis media sosial dengan akun TikTok @caeinmotion memicu gelombang kontroversi setelah mengunggah video yang menyebut Kota Malang sebagai “desa” dan Malang Town Square (Matos) sebagai “mall terkecil di dunia”. Unggahan tersebut, yang beredar luas pada Kamis, 05 Maret 2026, sontak menuai reaksi keras dari warganet, khususnya warga Malang.
Dalam video yang viral, Caeinmotion terlihat berbicara santai di dalam Matos, membandingkan pusat perbelanjaan tersebut dengan mal di kota-kota besar. “Kalian tahu nggak aku di mana sekarang? Aku lagi ada di mall terkecil di dunia, yaitu M A, Matos,” ujarnya dalam video yang dikutip pada Kamis (6/3/2026).
Ia melanjutkan dengan pernyataan yang lebih memicu amarah. “Eh maaf ya nggak bermaksud ya, soalnya aku biasanya ke Pakuwon. Coba tebak, enaknya aku makan apa ya di desa Malang yang syahdu ini? Apakah aku makan? Adakah makan makanan enak di sini?”
Pernyataan tersebut segera memicu perdebatan sengit di kolom komentar. Banyak netizen, terutama dari Malang, merasa direndahkan. Kritik tajam dan sindiran pun membanjiri unggahan tersebut.
Seorang warganet menyindir, “Ke Malang kok ngemol? kasian minim info tempat hangout ya?? Gak gaul banget, baru keluar dari gua ya mbyaaakk??”
Warganet lain menambahkan, “Ke Malang main ke mall aja udah aneh wkwkwkw.”
Ada pula yang menanggapi dengan sarkasme, “Mall terkecil di dunia??? Speak up seperti ini hebat brrti sdh menjelajahi seluruh mall d dunia.”
Perdebatan ini meluas, dengan beberapa warganet mengingatkan pentingnya kebijaksanaan dalam berkomentar di ruang publik digital, menilai konten semacam itu tidak sensitif dan dapat memperburuk citra daerah.
Menyusul gelombang kritik, pemilik akun @caeinmotion akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permintaan maaf melalui unggahan terbarunya.
“Guys,,, honestly aku bener-bener nggak expect bakal serame ini. First of all, dari awal aku sama sekali nggak ada niat buat menjelekan atau nyindir pihak manapun, apalagi menjelekan Malang. Di video itu aku pure lagi bercanda sama temenku aja, no hard feelings at all. Tapi aku sadar ternyata konten itu bisa disalahartikan dan bikin beberapa pihak merasa nggak nyaman. Untuk itu aku minta maaf yaa, itu bukan tujuan aku sama sekali,” tulisnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada warganet yang telah mengingatkan dengan cara baik. “Thank you juga buat yang udah ngingetin dengan baik. Next time aku pasti bakal lebih hati-hati sebelum posting,” pungkasnya.
Hingga Kamis, 05 Maret 2026, video kontroversial dan permintaan maaf tersebut masih menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.




