Olimpiade Musim Dingin 2026 di Milan Cortina dipastikan akan menyajikan tontonan spektakuler melalui cabang olahraga Big Air, baik untuk ski maupun snowboard. Disiplin yang mengandalkan keberanian dan kreativitas atlet dalam melakukan trik udara ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari ajang olahraga musim dingin terbesar di dunia.
Sejarah Singkat Big Air di Olimpiade
Big Air pertama kali diperkenalkan dalam Olimpiade Musim Dingin sebagai cabang olahraga snowboard pada edisi Pyeongchang 2018. Kemudian, ski Big Air menyusul debutnya di Olimpiade Beijing 2022. Cabang olahraga ini dikenal dengan satu lompatan raksasa yang memungkinkan para atlet untuk melayang di udara dan menampilkan trik-trik paling menantang.
Sebelum menjadi bagian dari Olimpiade, Big Air telah lama populer melalui kompetisi besar seperti Air + Style dan X Games. Kesederhanaan formatnya, yang hanya melibatkan satu lompatan besar, membuatnya mudah dipertontonkan dan menarik bagi para penggemar.
Jadwal dan Lokasi Pertandingan di Milan Cortina 2026
Olimpiade Musim Dingin 2026 akan diselenggarakan di Milan dan Cortina, Italia, mulai 6 hingga 22 Februari 2026. Pertandingan Big Air, baik untuk ski maupun snowboard, akan dilangsungkan di Livigno Snow Park, Valtellina. Jadwal spesifik untuk kualifikasi dan final Big Air adalah sebagai berikut:
- Snowboard Big Air Putra: Kualifikasi pada 5 Februari, Final pada 7 Februari 2026.
- Snowboard Big Air Putri: Kualifikasi pada 8 Februari, Final pada 9 Februari 2026.
- Freestyle Ski Big Air Putra: Kualifikasi pada 14 Februari, Final pada 16 Februari 2026.
- Freestyle Ski Big Air Putri: Kualifikasi pada 14 Februari, Final pada 16 Februari 2026.
Juara dan Potensi di Olimpiade 2026
Pada Olimpiade Musim Dingin 2026, persaingan di nomor Big Air diprediksi akan semakin sengit. Di cabang snowboard putra, Kira Kimura dari Jepang berhasil meraih medali emas, diikuti oleh rekan senegaranya, Ryoma Kimata, yang meraih perak. Juara bertahan Su Yiming dari Tiongkok harus puas dengan medali perunggu. Sementara itu, di nomor putri, Kokomo Murase dari Jepang juga sukses membawa pulang medali emas, diikuti oleh Zoi Sadowski-Synnott dari Selandia Baru (perak) dan Yu Seung-eun dari Korea Selatan (perunggu).
Untuk cabang ski Big Air putra, Tormod Frostad dari Norwegia keluar sebagai juara, sementara Mac Forehand dari Amerika Serikat meraih perak dan Matej Svancer dari Austria meraih perunggu. Di nomor putri, Megan Oldham dari Kanada meraih emas pertamanya di Olimpiade, disusul oleh Eileen Gu dari Tiongkok (perak) dan Flora Tabanelli dari Italia (perunggu).
Kompetisi Big Air dikenal dengan penilaian yang mempertimbangkan eksekusi, kesulitan teknis, dan gaya. Atlet memiliki tiga kali kesempatan untuk melakukan lompatan, dengan dua skor terbaik yang akan diakumulasikan. Namun, kedua trik yang dinilai harus berbeda untuk memastikan variasi dan keahlian atlet.




