Atalanta menunjukkan performa agresif sejak menit awal saat menjamu Borussia Dortmund pada leg kedua play-off Liga Champions 2025/26 di Bergamo, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. Hingga turun minum, La Dea sukses unggul 2-0, sekaligus menghidupkan peluang comeback dramatis setelah tertinggal agregat 0-2 pada leg pertama.

Sesuai prediksi yang menuntut gol cepat, Atalanta langsung menekan pertahanan Dortmund sejak kick-off. Hasilnya terlihat pada menit kelima ketika Gianluca Scamacca membuka keunggulan lewat sontekan jarak dekat di depan gawang, memanfaatkan kemelut di kotak penalti. Gol tersebut sontak memanaskan atmosfer stadion dan mengubah dinamika pertandingan jauh lebih cepat dari perkiraan.

Setelah unggul, Atalanta tidak menurunkan intensitas serangan. Tim tuan rumah terus mengurung Dortmund melalui tekanan tinggi dan serangan dari sisi sayap. Nicola Zalewski beberapa kali menjadi ancaman serius, termasuk tembakan dari sisi kiri yang sempat ditepis kiper Gregor Kobel pada menit ke-24.

Dortmund mencoba merespons lewat serangan balik cepat, namun peluang terbaik mereka di babak pertama masih mampu diredam. Julian Brandt sempat melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti pada menit ke-29, tetapi kiper Marco Carnesecchi sigap mengamankan bola di tengah gawang. Sementara itu, peluang jarak dekat Serhou Guirassy pada menit ke-35 juga berhasil diblok pertahanan Atalanta.

Tekanan konsisten tuan rumah akhirnya kembali berbuah gol menjelang turun minum. Pada menit ke-45, Davide Zappacosta mencetak gol kedua melalui sepakan kaki kanan dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke tengah gawang, membuat Kobel tak berkutik. Gol ini sekaligus menyamakan agregat menjadi 2-2 dan membuka peluang besar bagi Atalanta untuk membalikkan keadaan.

Sepanjang babak pertama, Atalanta tampil dominan dalam intensitas serangan dan jumlah peluang. Sebaliknya, Dortmund lebih banyak bertahan dan menunggu momen transisi. Pendekatan pragmatis tim tamu terlihat jelas, tetapi tekanan tinggi La Dea membuat mereka kesulitan keluar dari tekanan dalam banyak fase permainan.

Dengan keunggulan 2-0 di babak pertama, skenario pertandingan berjalan sesuai konteks pratinjau: gol cepat tuan rumah langsung mengubah ritme laga dan memaksa Dortmund keluar dari zona nyaman. Babak kedua diprediksi akan berlangsung jauh lebih terbuka, mengingat agregat kini kembali imbang dan kedua tim masih memiliki peluang sama besar untuk lolos ke fase gugur.