Gelandang andalan AC Milan, Ruben Loftus-Cheek, dipastikan harus menepi dari lapangan hijau selama sekitar dua bulan setelah menjalani operasi rahang. Cedera serius tersebut dialami Loftus-Cheek saat AC Milan menghadapi Parma Calcio 1913 dalam lanjutan Serie A di San Siro, Minggu (22/2/2026) malam waktu setempat.
Insiden di San Siro
Pertandingan baru berjalan 11 menit ketika gelandang asal Inggris itu terlibat benturan keras dengan kiper Parma, Edoardo Corvi. Akibat benturan tersebut, Loftus-Cheek terkapar dan harus ditandu keluar lapangan dengan penyangga leher. Ia segera dilarikan ke Rumah Sakit San Carlo untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Hasil diagnosis mengonfirmasi adanya patah tulang alveolar pada rahangnya, serta beberapa gigi yang dilaporkan tanggal akibat insiden tersebut. Kondisi ini tentu menjadi pukulan telak bagi Rossoneri yang tengah berjuang keras dalam perburuan gelar Scudetto.
Proses Operasi dan Pernyataan Resmi
Operasi yang semula direncanakan pada malam hari insiden, akhirnya dijadwalkan ulang keesokan paginya guna persiapan tim bedah. Sehari setelah insiden, AC Milan merilis pernyataan resmi yang mengonfirmasi bahwa operasi telah berhasil dilakukan di departemen Bedah Maksilofasial dan Klinik Gigi ASST Santi Paolo e Carlo.
“AC Milan mengumumkan Ruben Loftus Cheek mengalami trauma wajah yang signifikan kemarin, yang mengakibatkan patah tulang pada prosesus alveolar rahang,” demikian pernyataan resmi klub. Dengan perkiraan waktu pemulihan dua bulan, Loftus-Cheek diperkirakan baru bisa kembali merumput pada akhir April atau awal Mei 2026.



