Padma Run Bandung 2026 siap kembali digelar pada Minggu, 4 Oktober 2026, sebagai ajang lari tahunan yang memadukan kebugaran, kebersamaan, dan dampak sosial. Mengusung tema #LaceUpForChange, acara ini berkomitmen menyatukan para pelari dan komunitas dalam semangat kesehatan, kesejahteraan, serta kepedulian sosial.
Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, Padma Run 2026 akan diselenggarakan secara eksklusif di Bandung. Momen ini juga menandai babak baru bagi Padma Hotel Bandung setelah kembali beroperasi penuh sejak 1 Juli 2026. Lebih dari 1.061 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari pelari rekreasional dan keluarga hingga atlet berpengalaman, dipastikan akan turut serta.
Dukungan Nyata untuk Pendidikan Inklusif
Lebih dari sekadar ajang olahraga, Padma Run Bandung 2026 merupakan inisiatif Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) yang melibatkan seluruh keluarga besar Padma Hotels di Indonesia. Properti seperti Padma Resort Legian, Padma Resort Ubud, Padma Hotel Semarang, Resinda Hotel Karawang, dan Padma Hotel Bandung, semuanya memiliki komitmen untuk menciptakan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Sebagai wujud komitmen tersebut, sebagian dari setiap biaya pendaftaran peserta Padma Run Bandung 2026 akan dialokasikan untuk kegiatan sosial. Dana yang terkumpul akan disumbangkan kepada Sekolah Pendidikan Luar Biasa (SPLB) Anak dengan Hambatan Intelektual (Tunagrahita) di Cipaganti, Bandung.
Dukungan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesempatan pendidikan dan program pengembangan bagi anak-anak dengan hambatan intelektual. Melalui inisiatif ini, para peserta tidak hanya berinvestasi pada kesehatan dan kesejahteraan diri, tetapi juga turut berkontribusi secara langsung terhadap tujuan sosial yang bermakna.
Inisiatif ini menjadi makin relevan mengingat masih besarnya kebutuhan dukungan bagi penyandang disabilitas di Indonesia. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mencatat terdapat lebih dari 17,8 juta penyandang disabilitas di Indonesia, menegaskan pentingnya peran serta berbagai pihak dalam menciptakan lingkungan yang inklusif.




