Semen Padang FC akan melakoni laga terakhir mereka di BRI Super League 2025/26 dengan menghadapi Persija Jakarta. Pertandingan ini menjadi kesempatan pamungkas bagi Kabau Sirah untuk menjaga harga diri, meskipun nasib mereka sudah dipastikan terdegradasi dari kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia.

Tim asal Sumatera Barat itu memang sudah tidak bisa menyelamatkan diri dari jurang degradasi. Saat ini, Semen Padang FC terdampar di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan koleksi 20 poin, yang secara matematis membuat mereka harus terlempar ke kasta kedua musim depan.

Meski demikian, skuad asuhan pelatih Imran Nahumarury berjanji tidak akan menyerah begitu saja. Mereka masih menyimpan motivasi untuk tampil maksimal di hadapan Macan Kemayoran, menunjukkan semangat juang hingga peluit akhir musim dibunyikan.

Performa Kabau Sirah sepanjang musim ini memang jauh dari kata memuaskan. Delapan kekalahan beruntun menjadi bukti sulitnya perjuangan Semen Padang untuk bertahan di kompetisi tertinggi, mencerminkan tantangan besar yang mereka hadapi.

Tidak hanya gagal meraih poin, Semen Padang juga sedang mengalami kebuntuan di lini depan. Mereka tidak mampu mencetak gol dalam enam pertandingan terakhir, menambah daftar panjang masalah yang harus diatasi tim.

Pekan lalu, kampiun Liga Primer Indonesia pada musim 2011/12 itu bahkan menelan salah satu kekalahan paling menyakitkan musim ini. Mereka dibantai 0-7 oleh Persebaya Surabaya di Stadion Haji Agus Salim, sebuah hasil yang tentu membekas.

Laga melawan Persija Jakarta memang tak lagi menentukan posisi Semen Padang di klasemen. Namun, ada hal yang masih dikejar Kabau Sirah, yakni kehormatan dan semangat pantang menyerah di hadapan publik sepak bola Indonesia.