Bali United berhasil mengungguli Bhayangkara FC dengan skor 2-0 pada babak pertama laga pekan ke-33 BRI Super League. Dua gol yang dicetak oleh penyerang andalan, Boris Kopitovic, membawa Serdadu Tridatu memimpin di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (17/5/2026) sore.
Pertandingan yang berlangsung di hadapan pendukung sendiri ini berjalan dengan tempo tinggi sejak peluit awal dibunyikan. Bali United, yang berambisi meraih kemenangan di laga kandang terakhir musim ini, langsung tancap gas menekan pertahanan lawan.
Keunggulan Bali United dibuka oleh Boris Kopitovic pada menit ke-30, mengubah skor menjadi 1-0. Tak berhenti di situ, striker asal Montenegro ini kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-41, menggandakan keunggulan menjadi 2-0 sebelum jeda.
Hingga tambahan waktu 8 detik di babak pertama berakhir, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Wasit meniup peluit tanda turun minum dengan keunggulan 2-0 untuk tuan rumah.
Dominasi Bali United dan Statistik Kopitovic
Statistik menunjukkan bahwa Bali United tampil cukup dominan sepanjang 45 menit pertama. Boris Kopitovic, yang sebelum pertandingan ini telah mengoleksi 7 gol sepanjang musim, sukses menambah pundi-pundi golnya menjadi 9 berkat brace-nya.
Di sisi lain, Bhayangkara FC yang pada pertemuan pertama berhasil unggul 2-1, kali ini kesulitan mengembangkan permainan. Mereka tampak tertekan oleh agresivitas Serdadu Tridatu.
Perebutan Posisi 7 Besar Kian Sengit
Dengan keunggulan sementara 2-0 ini, Bali United yang sebelumnya berada di peringkat 8 klasemen sementara dengan 45 poin, berpeluang menambah poin menjadi 48. Hasil ini akan membuat mereka semakin mendekat ke posisi 7.
Sementara itu, Bhayangkara FC yang menempati peringkat 7 dengan 50 poin dari 32 laga, kini sedang menjalani laga ke-33 mereka. Jika skor ini bertahan hingga akhir, posisi mereka di 7 besar akan terancam oleh Bali United.
Prediksi Babak Kedua: Bhayangkara FC Diprediksi Agresif
Memasuki babak kedua, Bhayangkara FC diprediksi akan tampil lebih agresif untuk mengejar ketertinggalan. Mereka tidak memiliki pilihan lain selain menyerang jika ingin membawa pulang poin dari Gianyar.
Tren menunjukkan bahwa Bhayangkara kerap kebobolan di babak pertama dalam delapan laga terakhir mereka, sebuah catatan yang perlu diwaspadai jika mereka ingin membalikkan keadaan di paruh kedua pertandingan ini.




