Penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) baru saja mengumumkan hasil tinjauan indeks global untuk Mei 2026 pada Kamis, 14 Mei 2026. Dalam pengumuman tersebut, total 18 saham domestik Indonesia dikeluarkan dari daftar indeks global MSCI, sementara hanya satu saham yang berhasil masuk.
Enam Saham Dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index
MSCI secara resmi mengeluarkan enam saham domestik Indonesia dari MSCI Global Standard Index. Keputusan ini tidak diikuti dengan penambahan saham baru ke dalam indeks tersebut. Enam saham yang terdepak dari MSCI Global Standard Index adalah:
- PT Amman Mineral International Tbk (AMMN)
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
- PT Sumber Alfaria Trijaya (AMRT)
Perubahan pada MSCI Global Small Cap Indexes
Selain perubahan pada indeks standar, MSCI juga melakukan perombakan signifikan pada daftar MSCI Global Small Cap Indexes. Sebanyak 13 saham domestik Indonesia dikeluarkan dari indeks ini. Daftar saham yang terdepak dari MSCI Global Small Cap Index meliputi:
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
- PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
- PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)
- PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
- PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)
- PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
- PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)
- PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)
- PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)
- PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
- PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)
- PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
- PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)
Menariknya, di tengah banyaknya saham yang dikeluarkan, MSCI hanya memasukkan satu saham baru ke dalam MSCI Global Small Cap Indexes, yaitu PT Sumber Alfaria Trijaya (AMRT). Saham AMRT sebelumnya juga masuk dalam daftar saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index.
IHSG Tertekan Jelang Pengumuman MSCI
Jelang pengumuman hasil tinjauan indeks MSCI, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau mengalami pelemahan. Pada perdagangan Selasa (12/5/2026) kemarin, IHSG ditutup anjlok 46,72 poin atau setara dengan 0,68 persen, berada di level 6.858,89.
Pelemahan ini melanjutkan tren negatif dari perdagangan awal pekan. Pada Senin (11/5/2026), IHSG juga ditutup melemah 63,77 poin atau 0,92 persen, mengakhiri sesi di level 6.971,95. Data RTI menunjukkan, IHSG sempat dibuka menguat pada level 6.946,84 pada perdagangan Selasa. Namun, penguatan tersebut hanya berlangsung sesaat sebelum IHSG terjun bebas ke zona merah dan bertahan hingga penutupan perdagangan sore.




