KEDIRI – Juara Super League edisi 2003 dan 2006, Persik Kediri, masih harus berjuang keras untuk memastikan posisinya aman dari ancaman degradasi. Tim berjuluk Macan Putih ini hanya membutuhkan satu poin lagi untuk secara matematis terhindar dari zona merah.

Ancaman dari Zona Degradasi

Posisi Persik saat ini masih rentan disamai oleh Persis Solo, tim yang berada di urutan teratas zona degradasi. Skenario terburuk bisa terjadi jika Persik menelan kekalahan di tiga laga sisa, sementara Persis Solo berhasil menyapu bersih semua pertandingan dengan kemenangan. Jika itu terjadi, kedua tim akan memiliki poin yang sama.

Perhitungan akhir diprediksi akan sangat ketat mengingat rekor head-to-head kedua tim musim ini menunjukkan hasil saling mengalahkan. Kondisi ini membuat setiap poin menjadi sangat krusial bagi skuad asuhan Marcos Reina.

Laga Krusial di Padang

Oleh karena itu, pertandingan pekan ke-32 Super League melawan Semen Padang menjadi kesempatan emas bagi Persik untuk mengamankan status mereka di kasta tertinggi. Laga ini akan digelar di Stadion GOR Haji Agus Salim Padang pada Jumat (8/5) mendatang.

Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, menegaskan bahwa timnya tidak akan bermain aman dan akan memburu kemenangan penuh di kandang lawan. “Secara matematis kami hanya butuh satu poin untuk aman. Namun, pekerjaan kami belum selesai. Kami masih harus menyelesaikan kompetisi sampai tuntas dan finis di peringkat lebih baik dari musim lalu,” ujar Reina.

Musim lalu, Persik Kediri berhasil finis di urutan ke-12 dengan total 41 poin. Reina menambahkan, “Kami tetap harus meraih tiga poin lawan Semen Padang.”

Pekan ke-32 Super League tidak hanya menyoroti duel klasik seperti Persija Jakarta vs Persib Bandung atau Bali United vs Borneo FC, tetapi juga pertaruhan nasib tim-tim di papan bawah, termasuk Persik Kediri yang berupaya keras mempertahankan eksistensinya.