Ketegangan mulai menyelimuti kubu Persija Jakarta menjelang duel sarat gengsi kontra Persib Bandung. Bukan soal strategi di lapangan, melainkan kepastian lokasi pertandingan krusial tersebut. Panitia pelaksana Persija, Tauhid Indrasjarief, yang akrab disapa Bung Ferry, memastikan keputusan venue akan diumumkan pada Senin, 04 Mei 2026.
Dua opsi stadion mengemuka sebagai arena pertarungan klasik ini: Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) atau Jakarta International Stadium (JIS). Persija Jakarta sejatinya sangat berharap dapat menjadikan SUGBK sebagai markas mereka.
Prioritas Timnas dan Kendala SUGBK
Namun, situasi menjadi rumit setelah SUGBK diprioritaskan untuk agenda tim nasional sepak bola Indonesia dalam rangka FIFA Matchday Juni 2026. Rencana uji coba melawan tim nasional Oman mendorong PSSI untuk melakukan perawatan intensif terhadap rumput SUGBK, sehingga penggunaan stadion untuk laga klub menjadi terbatas.
Di tengah ketidakpastian tersebut, opsi JIS pun disiapkan sebagai rencana cadangan. Stadion megah yang berlokasi di Jakarta Utara ini kini berpeluang besar menjadi panggung duel yang selalu memantik emosi kedua suporter.
“Senin saya akan dapat kabar, apakah di GBK atau JIS,” ujar Bung Ferry, menyoroti penantian keputusan final.
Kekecewaan di Balik Penantian
Di balik penantian venue, terselip kekecewaan mendalam dari pihak panpel. Bung Ferry mengaku telah berupaya keras untuk memastikan laga dapat berjalan mulus di Jakarta, bahkan sampai turun langsung meredam potensi gangguan suporter. Namun, kendala justru muncul dari faktor non-teknis yang berada di luar kendali panitia pelaksana.
“Ini bukan soal rusuh atau tidak. Sudah tertib, tapi tetap mentok,” keluhnya, menggambarkan frustrasi atas situasi yang dihadapi.
Hingga Senin, 04 Mei 2026, Persija Jakarta masih menunggu kepastian stadion mana yang akan menjadi tuan rumah saat menjamu Persib Bandung, dengan harapan besar tetap bisa menggunakan fasilitas terbaik di ibu kota.




