Isu mengenai potensi Indonesia menjadi tuan rumah turnamen FIFA ASEAN Cup semakin santer terdengar dalam beberapa hari terakhir. Menanggapi kabar tersebut, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi memilih untuk tidak banyak berkomentar.
Dari Vancouver, Kanada, tempat berlangsungnya Kongres FIFA ke-76, Yunus Nusi hanya memberikan sinyal bahwa keputusan resmi akan disampaikan langsung oleh Ketua PSSI Erick Thohir. “Nanti Ketua PSSI yang akan memberikan pernyataan,” ujar Yunus Nusi, Sabtu (02/05/2026).
Lahirnya FIFA ASEAN Cup dari Ambisi Global
Di balik spekulasi mengenai tuan rumah, FIFA ASEAN Cup bukanlah turnamen biasa. Kompetisi ini lahir dari ambisi besar Presiden FIFA Gianni Infantino untuk mengangkat sepak bola Asia Tenggara ke panggung global.
FIFA ASEAN Cup secara resmi diperkenalkan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur pada Oktober 2025. Momen penting tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Infantino dan Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn, yang disaksikan langsung oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.
Penandatanganan MoU tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah aliansi strategis antara FIFA dan ASEAN. Kemitraan ini menargetkan lebih dari 700 juta penduduk Asia Tenggara dengan tujuan menjadikan kawasan ini sebagai kekuatan baru dalam dunia sepak bola.
Infantino menegaskan visi turnamen ini. “Kejuaraan ini tidak hanya berdampak di kawasan, tetapi juga akan memberi kesempatan kepada para pemain terbaik ASEAN untuk bersinar di panggung dunia. Melalui FIFA ASEAN Cup, kami menyatukan negara-negara dan memperkuat sepak bola Asia Tenggara,” tutur Infantino.
Infantino juga menekankan filosofi unik di balik turnamen ini, yakni angka 11. Angka tersebut melambangkan jumlah pemain dalam satu tim, yang selaras dengan 11 negara anggota ASEAN. Ini menjadi simbol kebersamaan yang ingin diperkenalkan ke panggung global.
Sebagai informasi tambahan, Hyundai telah menjadi sponsor utama ASEAN Cup 2026, menunjukkan dukungan signifikan terhadap turnamen baru ini.




