Sebanyak 5.426 calon jemaah haji asal Aceh akan menunaikan ibadah di Tanah Suci pada musim haji 1447 Hijriah/2026. Di antara ribuan jemaah tersebut, terdapat calon haji tertua berusia 101 tahun dan termuda 15 tahun yang siap diberangkatkan.
Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Aceh, Arijal, mengungkapkan bahwa jemaah tertua bernama Ramlah berasal dari Desa Blang, Kota Langsa, dan akan tergabung dalam Kloter 4. Sementara itu, jemaah termuda adalah Muhammad Alfaruq Addawami dari Uning Gelime, Kabupaten Bener Meriah, yang masuk dalam Kloter 14.
Arijal menegaskan, “Tahun ini calon jemaah tertua yaitu 101 tahun dari Kota Langsa, dan termuda 15 tahun dari Bener Meriah,” seperti dilansir CNN Indonesia pada Rabu, 22 April 2026.
Menurut Arijal, rentang usia yang luas ini mencerminkan keberagaman jemaah haji asal Aceh tahun ini, dari remaja hingga lanjut usia, yang tetap memiliki semangat tinggi untuk beribadah haji. Secara keseluruhan, jumlah calon jemaah haji Aceh mencapai 5.426 orang. Kementerian Agama juga menyiapkan jemaah cadangan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.
“Kita siapkan cadangan sekitar 30 persen atau kisaran 1.500 orang supaya kalau ada yang meninggal dunia, sakit, atau menunda keberangkatan, kursi tidak kosong dan langsung diisi oleh cadangan,” jelas Arijal.
Beberapa jemaah terpaksa menunda keberangkatan karena beragam alasan. Kondisi kesehatan, meninggal dunia, dampak bencana hidrometeorologi di Aceh pada akhir November tahun lalu, hingga alasan ekonomi menjadi faktor penundaan. “Ada yang menunda karena sakit, meninggal dunia, atau terdampak banjir. Ada juga karena alasan ekonomi. Semuanya kita ganti dengan jemaah cadangan,” tambahnya.
Kloter pertama calon jemaah haji Aceh dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 6 Mei 2026, setelah mulai masuk asrama haji embarkasi Aceh pada 5 Mei 2026. Kloter terakhir, yaitu Kloter 14, direncanakan berangkat pada 20 Mei 2026.


