Ketepatan waktu menjadi faktor krusial yang sangat diperhatikan masyarakat dalam memilih moda transportasi selama arus mudik Lebaran 2026. Data terbaru dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) menunjukkan bahwa kereta api menjadi primadona dengan tingkat ketepatan waktu tertinggi.

Perkeretaapian regional mencatat performa impresif dengan capaian 99,40 persen dalam menjaga jadwal perjalanan selama periode arus mudik Lebaran 2026. Angka ini menunjukkan konsistensi layanan yang sangat tinggi, memberikan kepastian bagi para pemudik.

Perbandingan Ketepatan Waktu Moda Transportasi Lain

Tidak hanya kereta api regional, kereta antarkota juga menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan tingkat ketepatan waktu mencapai 97,70 persen. Konsistensi ini menegaskan keandalan moda transportasi berbasis rel dalam menghadapi lonjakan mobilitas nasional.

Sementara itu, moda transportasi lain menunjukkan capaian ketepatan waktu yang relatif lebih rendah dibandingkan kereta api. Angkutan laut mencatat angka 95,92 persen selama periode pengamatan arus mudik Lebaran 2026, menunjukkan performa yang cukup baik namun sedikit di bawah kereta api.

Angkutan penyeberangan berada di angka 93,20 persen, menunjukkan stabilitas yang memadai dalam operasionalnya. Namun, tantangan lebih besar terlihat pada transportasi udara.

Transportasi udara domestik mencatat ketepatan waktu 88,09 persen selama arus mudik Lebaran 2026. Angka ini masih tergolong baik, namun jauh di bawah performa kereta api. Perbedaan paling mencolok terlihat pada penerbangan internasional yang hanya mencapai 69,31 persen dalam hal ketepatan waktu layanan.

Disparitas ini mengindikasikan kompleksitas operasional yang lebih tinggi pada rute lintas negara, termasuk faktor-faktor seperti regulasi bandara internasional, kondisi cuaca global, dan koordinasi antarnegara yang lebih rumit.