Pembalap MotoGP, Marc Márquez, secara terbuka mengakui adanya kendala signifikan yang ia hadapi pada awal balapan di musim 2026. Meskipun kerap menunjukkan performa kompetitif, Márquez menyebut lap pertama sebagai titik lemah yang membuatnya kehilangan banyak waktu krusial.
Márquez menyatakan bahwa ia masih belum merasa nyaman saat memulai balapan. Kondisi ini menyebabkan dirinya tidak dapat tampil maksimal sejak start, yang berujung pada hilangnya waktu berharga di putaran-putaran awal.
Contoh nyata terlihat pada seri MotoGP Brasil 2026. Setelah berhasil memenangi sesi Sprint Race, pembalap berjuluk ‘The Baby Alien’ itu hanya mampu finis di posisi ketiga pada balapan utama.
Menurut Márquez, selisih waktu dengan para pembalap terdepan sebagian besar terjadi pada lap-lap awal, bukan di fase akhir balapan. Ia menegaskan bahwa start yang kurang ‘menggigit’ menjadi akar masalahnya.
Dalam balapan tersebut, Márquez sempat terlibat duel sengit dengan Fabio Di Giannantonio. Kondisi lintasan yang kurang ideal kala itu turut memperumit situasi di trek.
Ia juga sempat disalip oleh Di Giannantonio dan Jorge Martín, yang mengakibatkan hilangnya ritme dan ruang untuk memacu motornya di barisan depan.
Menariknya, performa Márquez justru semakin meningkat menjelang akhir balapan. Ia bahkan mampu memberikan perlawanan ketat di lap-lap terakhir dan mencatatkan waktu terbaiknya justru pada putaran penutup.
Márquez finis sangat dekat dengan Di Giannantonio, hanya terpaut tipis. Sementara itu, kemenangan di seri tersebut diraih oleh Marco Bezzecchi dengan keunggulan sekitar empat detik.
Meskipun demikian, Márquez mengakui bahwa saat ini ia belum memiliki kecepatan penuh untuk memimpin balapan dari awal hingga akhir. Namun, secara keseluruhan, ia tetap menilai hasil yang diraihnya cukup positif.
Pembalap Spanyol ini kini memiliki kesempatan untuk memperbaiki masalah start tersebut pada seri berikutnya, yakni MotoGP Amerika 2026. Publik menantikan apakah Márquez mampu tampil lebih ‘gaspol’ sejak lap pertama di balapan mendatang.




