Pakar sepak bola Inggris, Andy Mitten, menguak dua faktor krusial di balik kegagalan transfer gelandang Frenkie De Jong ke Manchester United. Kepindahan yang telah lama diidamkan oleh Setan Merah itu, terutama di bawah kepelatihan Erik Ten Hag, akhirnya tidak terwujud.
Nama Frenkie De Jong memang santer dikaitkan dengan Manchester United sejak Erik Ten Hag mengambil alih kursi pelatih tiga tahun lalu. Ten Hag, yang pernah melatih De Jong di Ajax, sangat berambisi untuk membawa mantan anak didiknya tersebut ke Old Trafford.
Meskipun upaya pendekatan telah dilakukan secara intensif, termasuk komunikasi langsung dari Ten Hag kepada De Jong, transfer tersebut tidak pernah terealisasi. Padahal, sempat beredar kabar bahwa De Jong hampir saja berseragam merah Manchester.
Dua Alasan Penolakan Frenkie De Jong
Dalam program “The Talk of the Devil”, Andy Mitten menjelaskan bahwa De Jong merupakan salah satu target utama Ten Hag. Pelatih asal Belanda itu meyakini bahwa kehadiran De Jong adalah kunci untuk mengimplementasikan taktik yang diinginkannya di klub.
Mitten menambahkan, usaha Ten Hag untuk membujuk De Jong cukup berhasil. Sang gelandang bahkan dilaporkan sempat tergoda dan hampir memutuskan untuk bergabung dengan Manchester United pada waktu itu.
Namun, pada akhirnya, De Jong memilih untuk tetap bertahan di Barcelona. Terdapat dua alasan utama yang melatarbelakangi penolakan gelandang timnas Belanda tersebut untuk bereuni dengan Ten Hag:
- Rasa Penasaran di Barcelona: De Jong dikabarkan masih memiliki ambisi besar untuk meraih lebih banyak gelar juara bersama Barcelona. Ia merasa belum puas dengan pencapaiannya di klub Catalan tersebut dan ingin melanjutkan perjuangannya di sana.
- Kenyamanan Keluarga: Istri De Jong dilaporkan merasa sangat nyaman tinggal di Barcelona. Ia disebut meragukan kehidupan di Manchester, terutama terkait cuaca yang dikenal tidak seindah di kota Catalan.
Dengan demikian, meskipun Manchester United dan Erik Ten Hag telah berupaya keras, keinginan Frenkie De Jong untuk menuntaskan ambisinya di Barcelona serta kenyamanan keluarganya menjadi penghalang utama terwujudnya transfer tersebut.




