Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menegaskan timnya akan bangkit dan kembali lebih kuat pada musim depan setelah tersingkir dari Liga Champions UEFA 2025/2026. Kepastian pahit ini didapat usai Manchester City kalah agregat 1-5 dari Real Madrid di babak 16 besar.
Bermain di kandang sendiri, Etihad Stadium, The Citizens harus mengakui keunggulan Los Blancos yang tampil lebih efektif sepanjang dua leg pertandingan. Meski hasil tidak berpihak, Guardiola tetap optimistis menatap masa depan timnya.
“Masa depan akan sangat cerah dan musim depan kami akan kembali. Kami akan belajar dari kegagalan ini,” ujar Guardiola, Kamis (19/3/2026).
Pelatih asal Spanyol itu tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya, termasuk Erling Haaland dan rekan-rekannya yang terus berusaha hingga akhir pertandingan. Situasi di lapangan semakin sulit setelah Bernardo Silva menerima kartu merah, yang membuat City harus bermain dengan 10 orang sejak babak pertama.
Guardiola juga menyoroti pentingnya pengalaman bagi para pemain muda yang baru merasakan atmosfer Liga Champions. Nama-nama seperti Abdukodir Khusanov, Rayan Cherchi, dan Antoine Semenyo dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang di masa depan.
Menurutnya, musim perdana di kompetisi elite Eropa menjadi fase adaptasi yang tidak mudah, namun akan sangat berharga bagi perkembangan karier mereka ke depan.
Kegagalan ini sekaligus memperpanjang catatan kurang baik Manchester City saat menghadapi Real Madrid di fase gugur. Dalam tiga musim terakhir, The Citizens selalu tersingkir oleh klub raksasa asal Spanyol tersebut.
Meski tersingkir dari Liga Champions, peluang Manchester City untuk meraih trofi musim ini masih terbuka lebar di kompetisi domestik. Mereka masih bersaing ketat di Liga Inggris, terus menempel Arsenal di papan atas klasemen.
Selain itu, City juga akan menghadapi Arsenal di final Carabao Cup, serta melaju ke babak perempat final FA Cup untuk berhadapan dengan Liverpool. Dengan jadwal yang masih padat dan peluang meraih gelar domestik, Guardiola menegaskan timnya akan tetap fokus menutup musim dengan hasil terbaik. Kegagalan di Liga Champions akan menjadi motivasi tambahan bagi Manchester City untuk kembali tampil lebih kuat di kompetisi Eropa musim depan.




