Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idulfitri 2026 akan jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026. Penetapan ini didasarkan pada perhitungan astronomi yang dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah.
Keputusan tersebut tertuang dalam maklumat resmi organisasi Nomor 2/MLM/I.0/E.2025 tentang Penetapan Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah. Maklumat ini menjadi panduan bagi warga Muhammadiyah dalam menyambut hari raya.
Dalam maklumat dijelaskan, ijtimak atau konjungsi menjelang Syawal terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026, pukul 01.23.28 UTC. Perhitungan ini menjadi dasar utama penetapan awal bulan Syawal.
Pada saat matahari terbenam di hari ijtimak tersebut, beberapa wilayah di bumi memenuhi Parameter Kalender Global Tunggal yang menjadi pedoman Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah. Parameter ini mensyaratkan tinggi bulan lebih dari lima derajat dan nilai elongasi bulan minimal delapan derajat.
Sebagai contoh, koordinat pertama yang memenuhi parameter tersebut berada pada 64° 59′ 57,47″ Lintang Utara dan 42° 03′ 3,47″ Bujur Timur. Di lokasi ini, tinggi bulan tercatat sekitar enam derajat dengan nilai elongasi bulan sekitar delapan derajat, sesuai dengan kriteria kalender yang ditetapkan.




