Seorang perempuan bernama Welmince melaporkan suaminya, oknum anggota polisi berinisial DT, ke Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT). Laporan tersebut terkait dugaan penelantaran terhadap dirinya dan kedua anaknya. Welmince mengaku telah menyampaikan laporan sejak September 2025, namun hingga kini belum mengetahui perkembangan penanganannya.
“Kami sudah laporkan kasus ini ke Propam Polda sejak September 2025. Namun hingga kini belum jelas tindaklanjutnya,” ujar Welmince kepada awak media pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Welmince menjelaskan bahwa ia dan anak-anaknya sudah bertahun-tahun tidak mendapatkan nafkah dari suaminya. Kondisi ini, menurutnya, telah berlangsung sejak 2018. “Sudah sejak 2018 dia sudah pindah di Kupang sini mulai sudah tidak betul. Hubungan kami tidak baik-baik lagi,” katanya.
Ia menambahkan, suaminya kini tinggal terpisah dan tidak lagi bersama dirinya serta anak-anak. “Tidak bersama saya dan anak-anak. Jadi mau dibilang ini kami diperlakukan bukan manusiawi lagi,” ungkap Welmince, menggambarkan perlakuan yang ia terima.
Insiden Penghalangan Wartawan
Peristiwa lain yang menarik perhatian terjadi saat Welmince mendatangi sebuah rumah yang diduga menjadi lokasi keberadaan suaminya. Di lokasi tersebut, sempat terjadi cekcok. Saat awak media mencoba merekam kejadian, mereka dihalangi.
Wartawan Fiand Selan bahkan mengaku tangannya dipukul saat mencoba mengambil video. Selain itu, jurnalis dari DeteksiNTT.com ini juga disebut sempat dikejar saat berada di lokasi kejadian. Motor yang digunakan wartawan, yang diparkir sekitar 100 meter dari lokasi, juga diketahui ditahan oleh oknum di rumah tempat kejadian berlangsung.




