Komedian Sule menyampaikan permohonan maaf kepada publik setelah aksinya merekam vlog di rumah duka penyanyi Vidi Aldiano menuai kritik tajam dari warganet. Video yang menampilkan suasana duka tersebut sempat viral di media sosial, memicu perdebatan mengenai etika pembuatan konten di momen sensitif.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 7 Maret 2026, malam, saat Sule melayat ke rumah duka di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Kehadiran Sule bertujuan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Vidi Aldiano, yang meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker ginjal. Namun, kontroversi muncul ketika Sule terlihat membawa kamera dan merekam suasana di sekitar lokasi, yang kemudian diunggah dan menyebar luas di internet.

Dalam potongan video yang viral, penyanyi Afgan juga sempat terekam kamera. Ekspresi Afgan dalam rekaman tersebut menjadi sorotan, dengan sebagian netizen menafsirkan adanya rasa kurang nyaman saat menyadari dirinya sedang direkam.

Menanggapi gelombang kritik, Sule menyatakan kesiapannya menerima segala respons dari masyarakat. “Yah kita mah terima saja, kalau memang salah ya minta maaf. Saya tidak ada indikasi apapun, yang jelas saya minta maaf buat semuanya,” ujar Sule dalam sebuah wawancara pada Selasa, 10 Maret 2026.

Sule mengakui bahwa tindakannya menimbulkan pro dan kontra. Ia menyebut, di samping kritik, ada pula netizen yang mengapresiasi videonya karena dianggap memberikan gambaran situasi di lokasi. “Dan ini menjadi pro dan kontra. Ada juga yang mengucapkan ‘Terimakasih Kang Sule jadi bisa tahu kondisi di sana’. Dan itupun saya tidak masuk ke dalam, itu hanya di luar suasana di jalan saja,” jelasnya.

Terkait tudingan mencari keuntungan dari momen berduka, Sule menegaskan bahwa video tersebut tidak dimonetisasi. Ia juga memastikan bahwa konten kontroversial itu kini telah dihapus. “Istilahnya kita cari cuan di sana, kita tidak memonetize itu. Hanya memberi tahu aja kepada orang-orang suasana di sana. Tapi udah ditakedown kok,” tutupnya.

Polemik ini kembali menyoroti pentingnya etika dalam membuat konten digital, khususnya di situasi yang memerlukan empati dan penghormatan tinggi seperti rumah duka. Banyak pihak menekankan bahwa prioritas utama seharusnya adalah menghormati privasi dan perasaan keluarga yang berduka.

Sementara itu, prosesi pemakaman Vidi Aldiano telah dilaksanakan secara khidmat pada Minggu, 8 Maret 2026, di TPU Tanah Kusir. Kepergian sang penyanyi meninggalkan duka mendalam bagi industri musik Indonesia dan para penggemarnya.