Peluang bek keturunan Indonesia, Elkan Baggott, untuk kembali memperkuat Tim Nasional Indonesia kembali menjadi sorotan publik. Namun, keputusan krusial tersebut sepenuhnya bergantung pada kebutuhan tim dan penilaian dari jajaran pelatih.

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, memberikan penjelasan mengenai situasi yang melingkupi absennya Elkan Baggott dari skuad Garuda. Menurut Arya, masalah ini bukan semata-mata ada pada pelatih, melainkan berawal dari keputusan sang pemain itu sendiri.

“Soal Elkan, sebenarnya bukan di pelatih, tapi di pemain pada saat itu,” kata Arya kepada wartawan, belum lama ini.

Bek yang saat ini terikat kontrak dengan klub Inggris, Ipswich Town, terakhir kali masuk radar tim nasional saat agenda playoff Olimpiade 2024. Kala itu, Elkan Baggott tidak memenuhi panggilan pelatih kepala Shin Tae-yong untuk memperkuat Timnas U-23 Indonesia menghadapi Guinea di Prancis pada Mei 2024. Alih-alih bergabung dengan tim, Elkan justru memilih untuk menikmati masa liburan.

Sejak momen tersebut, nama Elkan Baggott tidak lagi muncul dalam daftar pemain yang dipanggil untuk memperkuat tim nasional di berbagai ajang. Bahkan, pergantian kursi pelatih dari Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert, dan belakangan munculnya spekulasi tentang pelatih asal Inggris John Herdman, belum mengubah status Elkan. Bek berpostur tinggi itu tetap belum kembali masuk skuad Timnas Indonesia.