Persebaya Surabaya mengusung misi berat saat bertandang ke markas Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, pada laga pekan ke-25 Super League, Sabtu (7/3) malam. Tim berjuluk Bajul Ijo ini bertekad menghapus “kutukan” tujuh tahun tanpa kemenangan di kandang Pesut Etam.

Terakhir kali Green Force meraih kemenangan di Samarinda adalah pada 23 Juni 2019, dengan skor 2-1. Sejak saat itu, Persebaya selalu kesulitan saat menghadapi Borneo FC di kandang mereka.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui rekor buruk timnya di Samarinda. “Jika melihat sejarah pertemuan antara Borneo dan Persebaya, terakhir kali Persebaya menang di Samarinda adalah pada 23 Juni 2019, hampir tujuh tahun lalu. Itu waktu yang sangat lama. Artinya Borneo sangat kuat ketika bermain di kandang,” ujar Tavares.

Pria plontos asal Portugal itu menegaskan tekadnya untuk memutus catatan negatif tersebut. Ia berharap Persebaya dapat tampil dengan mental yang kuat dan konsistensi permainan yang lebih baik.

Tavares optimistis, jika etos kerja yang ditunjukkan saat menghadapi Persib Bandung dan PSM Makassar dapat diulang, peluang meraih hasil positif di kandang Borneo FC tetap terbuka lebar bagi timnya. Salah satu bintang Persebaya, Ernando Ari, diharapkan bisa menjadi kunci dalam pertandingan krusial ini.