Gresik – Sorotan publik sepak bola Indonesia kini tak hanya tertuju pada agenda Tim Nasional. Dua nama pemain keturunan Indonesia, Emil Audero dan Jay Idzes, justru mencuri perhatian lewat performa konsisten mereka di kancah Serie A Italia.
Performa Gemilang Jay Idzes di Lini Belakang Sassuolo
Jay Idzes, bek berusia 25 tahun, telah lebih dulu menarik atensi berkat stabilitasnya di lini belakang Sassuolo. Dari 27 pertandingan liga yang telah dilakoni timnya, Idzes tampil dalam 26 laga. Satu-satunya absennya terjadi pada awal musim, saat ia masih dalam proses adaptasi sebagai pemain baru.
Sejak debutnya pada akhir Agustus, Idzes langsung mengunci satu tempat di jantung pertahanan tim. Dampak kehadirannya terasa nyata, membawa Sassuolo kini bertengger di papan tengah klasemen dan bahkan membuka peluang untuk menatap zona Eropa. Idzes berperan sebagai pengatur ritme, pembaca serangan lawan, sekaligus figur yang memberikan keseimbangan permainan bagi timnya.
Emil Audero, Penyelamat Utama Cremonese
Kisah berbeda dialami oleh Emil Audero yang membela Cremonese. Jika Jay Idzes bermain dalam tim yang relatif stabil, Audero justru harus berdiri di garis depan tekanan hampir setiap pekan akibat kondisi timnya.
Hingga pekan ke-27 Serie A, Emil Audero membukukan total 99 penyelamatan dari 23 pertandingan yang ia jalani. Angka ini menempatkannya sebagai kiper dengan jumlah penyelamatan tertinggi di Serie A musim ini, berdasarkan data dari WhoScored. Statistik tersebut menunjukkan betapa krusialnya peran Audero dalam menjaga gawang Cremonese dari kebobolan.



