Kiper FC Nantes, Anthony Lopes, menjadi sorotan internasional setelah diduga sengaja berpura-pura cedera dalam pertandingan Ligue 1 melawan Le Havre AC pada Minggu, 22 Februari 2026. Aksi Lopes di menit ke-74 ini disebut-sebut bertujuan memberi kesempatan rekan-rekan Muslimnya untuk berbuka puasa, memicu gelombang pujian dari warganet di berbagai belahan dunia.
Aksi Cerdas di Tengah Lapangan
Insiden tersebut terjadi saat bola keluar lapangan dekat garis tengah. Lopes tiba-tiba terjatuh dan membutuhkan perawatan dari tim medis klub. Jeda singkat ini dimanfaatkan oleh lima rekan setimnya yang beragama Muslim untuk berbuka puasa dengan air dan kurma di tepi lapangan, bertepatan dengan waktu matahari terbenam.
Gestur kiper asal Portugal ini langsung viral dan membanjiri akun Instagram pribadinya, @antholopes_officiel, dengan komentar positif. Salah satu warganet menulis, “Respect from Muslim in Indonesia ??”.
Pujian serupa datang dari berbagai negara. “Semua penggemar sepak bola Muslim bersyukur atas apa yang telah Anda lakukan. Kami mengucapkan terima kasih dan mengirimkan semua kasih sayang kami. Semoga Allah membimbing Anda,” tulis seorang penggemar. Netizen dari Wilayah Kurdistan, Irak, juga menambahkan, “Terima kasih dari lubuk hati saya yang paling dalam. Saya mendoakan yang terbaik untuk Anda atas sikap yang Anda tunjukkan. Semoga gestur ini menjadi viral di seluruh dunia.”
Bahkan, ada komentar bernuansa humor dari Indonesia: “Atas nama warga Pasirjambu, kami mengucapkan terima kasih banyak. Kalau berkenan, lain kali kami ingin mengundang Anda di acara liga tarkam kampung kami.”
Konfirmasi dan Regulasi Liga Prancis
Laporan awal dari Daily Mail menyebutkan insiden ini terjadi saat bola keluar untuk lemparan ke dalam. Sempat ada kebingungan mengenai identitas kiper yang melakukan aksi tersebut, dengan beberapa media menyebut Alban Lafont. Namun, informasi ini dipastikan tidak akurat karena Alban Lafont tidak lagi memperkuat Nantes.
Pintoe.co, yang memeriksa kembali laporan ESPN, mengonfirmasi bahwa kiper yang melakukan aksi tersebut memang Anthony Lopes. Pertandingan sempat terhenti sebentar, namun dua menit kemudian laga kembali berjalan dan Nantes berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-0.
Aksi Lopes menjadi sorotan karena regulasi sepak bola Prancis, khususnya Ligue de Football Professionnel (LFP) dan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), tidak mengizinkan jeda pertandingan atas dasar alasan agama. Hal ini berbeda dengan beberapa liga top Eropa lainnya.
Perdebatan Akomodasi Keagamaan di Sepak Bola Eropa
Fenomena ini kembali menyoroti perbedaan sikap liga-liga Eropa terhadap akomodasi bagi pemain Muslim selama bulan Ramadan. Sejak tahun 2021, Premier League di Inggris telah mengizinkan pemain Muslim untuk berbuka puasa setelah matahari terbenam. Kebijakan serupa kemudian diikuti oleh Bundesliga Jerman setahun setelahnya.
Beberapa klub juga telah menyesuaikan jadwal latihan mereka untuk mengakomodasi pemain yang berpuasa. Mantan pelatih Liverpool, Jürgen Klopp, dikenal melakukan penyesuaian sesi latihan. Mantan pemain Sadio Mané juga pernah menekankan bahwa perubahan jadwal ini sangat membantu pemain untuk tetap berpuasa tanpa mengganggu performa mereka di lapangan.
Menurut laporan AAJ TV, peristiwa yang melibatkan Anthony Lopes ini kembali memicu perdebatan sengit mengenai sikap liga Prancis terhadap akomodasi keagamaan, terutama selama bulan suci Ramadan. Ramadan tahun ini di Eropa berlangsung dari 17 Februari hingga 19 Maret, mengikuti peredaran bulan, di mana umat Muslim berpuasa pada siang hari sebagai bentuk pengabdian dan kepatuhan terhadap ajaran agama.




