Pemerintah Kota Banda Aceh secara resmi membuka Peukan Raya Ramadhan 2026/1447 Hijriah pada Jumat (27/2). Kegiatan ini merupakan upaya konkret pemerintah daerah untuk mendukung pemulihan ekonomi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyatakan bahwa inisiatif ini bertujuan khusus untuk membantu para pelaku UMKM. “Peukan Raya Ramadhan ini kita hadirkan untuk membantu para UMKM karena mereka ikut terdampak bencana di Aceh,” ujar Illiza.

Peukan Raya Ramadhan akan berlangsung hingga 13 Maret 2026 di kawasan Pasar Aceh. Sebanyak 120 UMKM turut berpartisipasi, menyajikan beragam kuliner Ramadhan, produk kreatif, serta berbagai aktivitas interaktif yang dirancang untuk mendorong transaksi langsung dari masyarakat tanpa adanya pungutan biaya.

Kegiatan ini terbagi menjadi tiga zona utama yang menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung:

  • Peukan Raseuki (Pasar Rezeki): Menyediakan berbagai sajian makanan dan minuman untuk berbuka puasa.
  • Peukan Khanduri (Pasar Kenduri): Mengadakan acara berbuka bersama yang dilengkapi dengan takjil gratis dan tradisi teumok (makan bersama).
  • Peukan Silaturahmi: Menampilkan pertunjukan dan kegiatan interaktif yang dapat dinikmati masyarakat sepanjang bulan Ramadhan.

Illiza menambahkan bahwa Peukan Raya Ramadhan tidak hanya berfokus pada UMKM, tetapi juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja sementara dan memberikan efek berganda ke sektor-sektor lain. Dampak positif ini diperkirakan akan terasa mulai dari transportasi, logistik, hingga penyediaan bahan baku.

Selain itu, Pemerintah Kota Banda Aceh juga berkolaborasi dengan Bank Indonesia Perwakilan Aceh untuk menghadirkan Peukan QRIS Ramadhan. Inisiatif ini telah dimulai sejak 20 Februari dan akan berakhir pada 15 Maret 2026, memfasilitasi transaksi digital yang lebih mudah dan aman.

Pada tahun sebelumnya, acara serupa berhasil mendorong perputaran ekonomi hingga Rp1,4 miliar. Untuk tahun ini, pemerintah menargetkan peningkatan yang signifikan, dengan harapan mencapai Rp2 miliar.

“Melalui Peukan Raya Ramadhan dan Peukan QRIS, kita berharap Pasar Aceh semakin ramai, UMKM lebih kuat, dan ekonomi Banda Aceh tumbuh inklusif serta berkelanjutan,” tutup Illiza, optimistis terhadap dampak positif kegiatan ini bagi perekonomian lokal.