Pemerintah memastikan para pengemudi ojek online (ojol) akan kembali menerima bonus hari raya menjelang Idulfitri 2026. Bonus yang secara resmi disebut Bonus Hari Raya (BHR) ini akan dicairkan paling lambat tujuh hari sebelum Lebaran. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan, pengumuman terkait BHR untuk ojol akan disampaikan bersamaan dengan jadwal Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pekerja formal.

Penggunaan istilah Bonus Hari Raya (BHR) berbeda dengan Tunjangan Hari Raya (THR) yang berlaku untuk karyawan formal. Hal ini dikarenakan status pengemudi ojol sebagai mitra, bukan karyawan tetap, sehingga regulasi yang diterapkan tidak dapat disamakan persis. Kebijakan BHR untuk pengemudi dan kurir berbasis aplikasi ini mulai diterapkan pemerintah sejak tahun 2025.

Saat ini, Kementerian Ketenagakerjaan tengah merampungkan aturan teknis BHR dalam bentuk surat edaran. Pemerintah juga telah menjalin komunikasi dengan perusahaan aplikasi untuk memastikan implementasi kebijakan ini berjalan lancar dan tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.

Pencairan BHR 2026 direncanakan mengikuti pola THR umum, yakni paling lambat H-7 sebelum Idulfitri. Jika Idulfitri 2026 diperkirakan jatuh pada pertengahan Maret, maka bonus tersebut kemungkinan besar akan cair pada awal Maret 2026. Tanggal pasti pencairan masih menunggu pengumuman resmi.

Besaran BHR tidak akan diberikan secara merata kepada semua pengemudi, melainkan dihitung berdasarkan kinerja masing-masing. Skema yang diterapkan pada tahun 2025 menunjukkan bahwa bonus diberikan dalam bentuk uang tunai. Sebagai gambaran, nilainya dapat mencapai sekitar 20 persen dari rata-rata penghasilan bersih per bulan selama 12 bulan terakhir. Namun, perhitungan ini berlaku bagi pengemudi yang masuk kategori produktif dan memiliki performa yang baik. Artinya, semakin tinggi produktivitas dan kualitas performa pengemudi, semakin besar pula peluang untuk mendapatkan bonus yang lebih signifikan.

Meskipun aturan resmi untuk tahun 2026 belum dirilis, penilaian biasanya mempertimbangkan beberapa faktor kunci:

  • Jumlah order yang diselesaikan
  • Total jam online
  • Tingkat penyelesaian pesanan
  • Rating dari pelanggan
  • Tidak melakukan pelanggaran aturan aplikasi

Kriteria ini menunjukkan bahwa BHR tidak hanya mempertimbangkan lama kerja, tetapi juga kualitas layanan dan kedisiplinan pengemudi.