Sejumlah lapak Festival Ramadan di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, tetap beroperasi pada Jumat, 27 Februari 2026, meskipun wilayah tersebut diguyur hujan deras sejak Kamis sore. Para pedagang memilih bertahan di tengah cuaca kurang bersahabat, namun mengakui adanya penurunan omzet yang signifikan.
Pantauan di lokasi menunjukkan, para pedagang berupaya melindungi dagangan dan gerobak mereka dengan payung seadanya di sepanjang bahu jalan. Hujan yang turun tidak menyurutkan semangat mereka untuk tetap mengais rezeki di bulan Ramadan, meskipun kondisi cuaca sangat mempengaruhi jumlah pembeli.
Salah satu pedagang gorengan, Adi, yang berjualan di depan gedung bank dan sebuah tempat penginapan, mengungkapkan pengalamannya. Adi mengaku telah berdagang selama 30 tahun, termasuk 15 tahun merantau di Jakarta. Kehadirannya di Festival Ramadan ini karena lapak yang disediakan Pemerintah Kota Cirebon diberikan secara gratis.
Adi menyoroti dampak cuaca buruk terhadap penjualannya. “Hujan sangat berpengaruh terhadap jumlah pembeli. Jika dalam kondisi normal pengunjung cukup ramai, namun saat hujan terjadi penurunan omzet hingga 70 persen,” ujar Adi. Meski demikian, ia tetap bersyukur karena tidak dipungut biaya sewa lapak.
Dalam festival ini, Adi menjajakan sekitar 10 jenis gorengan dengan harga berkisar antara enam ratus hingga tujuh ratus rupiah per buah. Para pedagang lainnya juga menyuarakan harapan yang sama agar cuaca segera membaik di hari-hari berikutnya, sehingga jumlah pembeli dapat kembali meningkat dan omzet mereka kembali normal.



