MotoGP Sports Entertainment Group (MotoGP SEG) berencana menerapkan upah minimum bagi para pembalap mulai musim 2027. Langkah ini diambil untuk kali pertama dalam sejarah Grand Prix balap motor, dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan para peserta di tengah risiko tinggi lintasan.
Sejak pertama kali digelar pada tahun 1949, Grand Prix balap motor dikenal sebagai salah satu ajang olahraga internasional yang belum memiliki regulasi spesifik mengenai upah minimum bagi para pembalapnya. Kondisi ini kerap menimbulkan disparitas gaji yang signifikan antar pembalap.
Saat ini, pembalap papan atas seperti Marc Marquez dan Fabio Quartararo dilaporkan menerima gaji lebih dari €10 juta per musim. Namun, di sisi lain, pembalap tim satelit, terutama yang baru memulai karier, dikabarkan hanya memperoleh gaji antara €100.000 hingga €350.000 per tahun.
Perbedaan gaji yang mencolok ini dianggap tidak sebanding dengan berbagai risiko dan bahaya yang harus dihadapi pembalap di setiap balapan. Oleh karena itu, MotoGP SEG bertekad untuk memperbaiki kondisi tersebut demi menciptakan lingkungan yang lebih adil dan aman bagi semua pembalap.
Usulan Upah Minimum €500.000 per Musim
Menurut laporan Motorsport.com pada Selasa (24/2/2026), MotoGP SEG mengusulkan penetapan upah minimum sebesar €500.000 per musim khusus untuk kelas MotoGP. Kendati demikian, belum ada kepastian apakah aturan serupa akan diberlakukan juga untuk kelas Moto2 dan Moto3.
MotoGP SEG juga menegaskan bahwa upah minimum yang diusulkan ini merupakan gaji pokok. Angka tersebut belum termasuk bonus yang biasanya diterima pembalap dari berbagai pencapaian, seperti pole position, podium, kemenangan balapan, hingga gelar juara dunia.
Regulasi mengenai upah minimum ini sedang dalam tahap pembahasan akhir dengan Asosiasi Pabrikan MotoGP (MSMA) dan Asosiasi Tim Balap MotoGP (IRTA). Diskusi ini merupakan bagian integral dari negosiasi perpanjangan kontrak semua tim dengan MotoGP SEG untuk periode 2027-2031.
Gagasan Awal dari Pembalap Sejak 2022
Ide mengenai penerapan upah minimum ini sebenarnya telah diajukan oleh para pembalap MotoGP sejak tahun 2022. Gagasan tersebut muncul sebagai respons terhadap kontroversi yang melibatkan beberapa tim di Moto2 dan Moto3, yang sering kali memutus kontrak pembalap di tengah jalan tanpa alasan yang jelas.
Pada waktu itu, beberapa pembalap juga sempat mengusulkan pembentukan serikat pembalap, serupa dengan Grand Prix Drivers Association (GPDA) yang ada di Formula 1. Sylvain Guintoli bahkan diusulkan menjadi perwakilan serikat tersebut. Namun, hingga Jumat (27/2/2026) ini, serikat pembalap tersebut belum juga terbentuk.




