Juventus akan tampil habis-habisan dengan formasi menyerang 4-3-3 saat menjamu Galatasaray pada leg kedua playoff fase gugur Liga Champions 2025/2026 di Turin, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. Bianconeri bertekad membalikkan keadaan setelah tertinggal agregat 2-5 dari leg pertama di Istanbul.
Juventus All Out, Jonathan David Jadi Starter
Pelatih Juventus langsung menurunkan trio penyerang Jonathan David, Kenan Yildiz, dan Francisco Conceição sejak menit awal. Keputusan ini menunjukkan ambisi besar untuk menggenjot agresivitas tim demi mengejar defisit tiga gol.
Di lini tengah, kombinasi Manuel Locatelli, Khéphren Thuram, dan Teun Koopmeiners diharapkan mampu menyeimbangkan kontrol permainan dengan dorongan ofensif. Sementara itu, Weston McKennie akan beroperasi lebih fleksibel dalam struktur bertahan bersama Federico Gatti, Pierre Kalulu, dan Lloyd Kelly di depan kiper Mattia Perin.
Kabar baik bagi Juventus, bek tangguh Bremer yang sempat diragukan karena masalah kebugaran tetap masuk daftar pemain di bangku cadangan. Kehadiran Bremer memberikan opsi tambahan di lini belakang jika diperlukan, sekaligus menjadi sinyal kesiapan pertahanan Juventus setelah kebobolan lima gol di leg pertama.
Galatasaray Percaya Diri, Lemina & Osimhen Memimpin
Di kubu tim tamu, Galatasaray tetap tampil percaya diri dengan formasi 4-2-3-1, memanfaatkan keunggulan agregat 5-2. Ugurcan Çakir akan mengawal gawang, didukung duet Davinson Sánchez dan Abdülkerim Bardakci di jantung pertahanan.
Mario Lemina, yang sebelumnya dilaporkan mengalami masalah kebugaran, justru tampil sebagai starter bersama Lucas Torreira dan Gabriel Sara di lini tengah. Kehadiran Lemina diharapkan memperkuat keseimbangan Galatasaray dalam bertahan sekaligus transisi menyerang.
Lini depan Galatasaray akan dipimpin oleh Victor Osimhen, yang didukung oleh Noa Lang, Baris Alper Yilmaz, dan Roland Sallai. Komposisi ini menegaskan bahwa tim tamu tidak hanya akan bertahan, tetapi juga siap melancarkan ancaman melalui serangan balik cepat.
Gambaran Taktis: Juventus Menekan, Galatasaray Menunggu
Dengan tertinggal agregat 2-5, Juventus diprediksi akan langsung menekan sejak menit awal dan bermain agresif di kandang. Formasi 4-3-3 yang dipilih menunjukkan orientasi menyerang demi mengejar gol cepat.
Sebaliknya, Galatasaray kemungkinan besar akan bermain lebih disiplin dan kompak, memanfaatkan keunggulan agregat yang besar. Struktur 4-2-3-1 memungkinkan mereka menjaga blok pertahanan sambil mengandalkan kecepatan Osimhen dan Lang dalam skema serangan balik.
Secara psikologis, momentum masih berada di pihak Galatasaray berkat kemenangan meyakinkan di leg pertama. Namun, dengan susunan pemain inti yang kompetitif dan beberapa pemain kunci yang sempat diragukan kini tersedia, Juventus menunjukkan kesiapan penuh untuk mencoba membalikkan keadaan di hadapan publik Turin.




